Breaking News:

Virus Corona

PM India Narendra Modi Disebut Pilih Bangun Rumah Baru saat Warganya Terpuruk karena Covid-19

Partai oposisi India baru-baru ini mengritik Perdana Menteri Narendra Modi yang memilih mambangun rumah baru dibanding membantu penanganan Covid-19.

Handout / PIB / AFP
Perdana Menteri India, Narendra Modi menyatakan bahwa India ingin damai namun siap perang jika ada provokasi dari China. 

TRIBUNNEWS.COM - Partai oposisi India baru-baru ini mengritik Perdana Menteri India, Narendra Modi yang memilih membangun rumah baru dibanding membantu penanganan Covid-19.

Kritik dari oposisi pemerintah ini muncul menyusul laporan bahwa kediaman Perdana Menteri Modi ditargetkan akan selesai pada Desember 2022.

Adapun pembangunan rumah itu merupakan bagian dari proyek vista sentral.

Dilansir The Daily Beast, kompleks kediaman Modi yang berada di New Delhi itu diperkirakan memakan biaya senilai USD 1,7 miliar.

Pada Selasa (4/5/2021), pemimpin oposisi, Priyanka Gandhi mengatakan dalam postingan Twitternya bahwa dana penting sedang dialihkan untuk pembangunan rumah baru perdana menteri.

Baca juga: Perjalanan Cinta Perempuan Aceh dengan Pria India, Berawal Acara Dakwah, Kini Bangun Usaha Berdua

Baca juga: Varian Baru Corona dari Afsel dan India, Wagub DKI Minta Lansia dan Anak-anak Tidak Keluar Rumah 

Para Pendukung Partai Kongres meneriakkan slogan-slogan ketika mereka membakar patung Perdana Menteri India Narendra Modi selama demonstrasi untuk memprotes kekerasan yang terjadi di New Delhi, di Amritsar pada 26 Februari 2020. Polisi anti huru-hara berpatroli di jalan-jalan ibukota India pada Februari 26 dan pemimpin kota menyerukan jam malam setelah pertempuran antara umat Hindu dan Muslim yang merenggut sedikitnya 20 nyawa. NARINDER NANU/AFP.
Para Pendukung Partai Kongres meneriakkan slogan-slogan ketika mereka membakar patung Perdana Menteri India Narendra Modi selama demonstrasi untuk memprotes kekerasan yang terjadi di New Delhi, di Amritsar pada 26 Februari 2020. Polisi anti huru-hara berpatroli di jalan-jalan ibukota India pada Februari 26 dan pemimpin kota menyerukan jam malam setelah pertempuran antara umat Hindu dan Muslim yang merenggut sedikitnya 20 nyawa. NARINDER NANU/AFP. (NARINDER NANU/AFP.)

"Ketika rakyat negara sedang bergumul dengan kekurangan oksigen, vaksin, tempat tidur rumah sakit, obat-obatan, maka akan lebih baik jika pemerintah mengerahkan semua sumber daya untuk menyelamatkan nyawa rakyat, daripada membangun rumah baru 13.000 crores," katanya.

Pembangunan kawasan kediaman PM Modi itu tetap dilanjutkan meskipun saat ini India kewalahan karena krisis Covid-19.

Modi berharap, kawasan megah di pusat Kota Delhi itu akan menjadi bukti pemerintahannya.

Kawasan kediaman perdana menteri India diperkirakan seluas 50 lapangan sepak bola dan mencakup gedung parlemen baru.

Di dalamnya, ada 10 gedung untuk kantor pemerintah dan ruang konferensi, 10 bangunan untuk kediaman pribadi perdana menteri, dan 29 gedung untuk wakil presiden, menurut Indian Express.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved