Breaking News:

Penanganan Covid

Regulator Obat-obatan Uni Eropa Mulai Peninjauan terhadap Sinovac, Vaksin Covid-19 Asal China

European Medicines Agency (EMA) pada Selasa (4/5/2021) memulai peninjauan waktu nyata terhadap vaksin Covid-19 Sinovac.

STR / AFP
Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. 

TRIBUNNEWS.COM - Regulator obat-obatan Uni Eropa (UE) atau European Medicines Agency (EMA) pada Selasa (4/5/2021) memulai peninjauan waktu nyata terhadap vaksin Covid-19 Sinovac.

Berdasarkan hasil awal dari uji coba pada hewan dan manusia, vaksin tersebut terbukti menghasilkan respons kekebalan terhadap virus corona.

Sinovac merupakan vaksin China pertama yang dipelajari EMA secara real-time, dan vaksin COVID-19 keempat sedang ditinjau, termasuk dari CureVac, Novavax Inc (NVAX.O) dan Sputnik V. Rusia.

Dilansir Reuters, vaksin Sinovac telah menunjukkan tingkat kemanjuran antara 50 persen dan 90 persen dalam berbagai penelitian dan saat ini diizinkan untuk digunakan di China, Indonesia, Brasil, dan Turki.

Baca juga: Amankan Pasokan, Indonesia Terima 6 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac

Baca juga: Bertemu Dubes Tiongkok, Ketua DPD RI Berharap Vaksin Sinovac Bersertifikat WHO

Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China.
Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. (STR / AFP)

Vaksin tersebut mengandung versi virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif atau sudah mati untuk membantu sistem kekebalan tubuh manusia membuat antibodi.

Pada awal April, Sinovac mengatakan pabrik produksi ketiganya untuk vaksinnya, bermerek CoronaVac di beberapa wilayah, telah siap, menggandakan kapasitas tahunannya menjadi 2 miliar dosis.

Perusahaan itu mengatakan lebih dari 200 juta dosis vaksin Sinovac telah dikirimkan secara global.

Ulasan bergulir ditujukan untuk mempercepat proses persetujuan dengan memungkinkan peneliti mengirimkan temuan secara real-time sebelum data uji coba akhir tersedia.

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 Tersedia 20 Hari ke Depan, Ada Tambahan Sinovac dan AstraZeneca

Baca juga: Indonesia Akan Kedatangan Tambahan Jutaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Dalam Waktu Dekat

Sekilas tentang Vaksin Sinovac

Dirangkum dari New York Times, berikut enam cara kerja vaksin Sinovac:

Halaman
1234
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved