Breaking News:

Jemaah Palestina Diserang Polisi Israel di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris yang Kejam

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras aksi kekerasan polisi Israel terhadap warga Palestina yang sedang menjemput malam Lailatul Qadar

AYTAC UNAL / ANADOLU AGENCY / ANADOLU AGENCY VIA AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras aksi kekerasan polisi Israel terhadap warga Palestina yang sedang menjemput malam Lailatul Qadar di Masji Al Aqsa.

Diketahui, bentrokan pecah karena rakyat Palestina marah atas rencana penggusuran paksa yang dilakukan Israel di tanah mereka yang dicaplok di wilayah Yerusalem Timur.

Pada Jumat lalu, polisi Israel menggunakan peluru karet, gas air mata, dan granat setrum untuk menyerang jemaah di Masjid Al Aqsa setelah para jemaah melemparkan kursi, batu, dan sepatu ke arah mereka karena kesal dengan rencana negara zionis itu.

Dikutip dari laman Russia Today, Minggu (9/5/2021), pasca aksi ini, lebih dari 200 warga Palestina di seluruh Yerusalem dilaporkan terluka.

Sementara puluhan orang dirawat di rumah sakit, lalu tujuh belas petugas keamanan pun terluka dalam bentrokan tersebut.

Kerusuhan kemudian berlanjut hingga akhir pekan ini.

Baca juga: Puluhan Warga Palestina Terluka Setelah Terlibat Bentrok dengan Polisi Israel di Masjid Al Aqsa 

Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan pada Minggu pagi bahwa puluhan warga Palestina terluka, termasuk seorang anak berusia satu tahun.

Dalam pidatonya pada hari Sabtu lalu, Erdogan mengatakan bahwa kekerasan tersebut merupakan 'serangan terhadap seluruh Muslim'.

Ia pun meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengakhiri 'penganiayaan' terhadap Palestina.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved