Breaking News:

Taliban Umumkan Gencatan Senjata Tiga Hari untuk Hormati Idul Fitri

Pejuang Taliban di Afghanistan mengumumkan gencatan senjata tiga hari dalam rangka Idul Fitri.

Killed Group via BBC
bom mobil afghanistan. 

Buku dan tas sekolah milik korban masih berserakan di lokasi penyerangan.

Taliban bersikeras mereka tidak melakukan serangan di Kabul sejak Februari tahun lalu.

Februari itu waktu mereka menandatangani kesepakatan dengan Washington yang membuka jalan bagi pembicaraan damai dan penarikan pasukan AS yang tersisa.

Baca juga: Taliban Rebut Dahla, Bendungan Terbesar Kedua di Afghanistan

Tetapi kelompok itu bentrok setiap hari dengan pasukan Afghanistan di pedesaan yang berbatu bahkan ketika militer AS mengurangi kehadirannya.

Hari Berkabung

Amerika Serikat seharusnya menarik semua pasukannya pada 1 Mei seperti yang disepakati dengan Taliban tahun lalu. Tetapi Washington menunda tanggal itu menjadi 11 September - sebuah langkah yang membuat marah para pemberontak.

Pemimpin Taliban, Hibatullah Akhundzada, menegaskan kembali dalam pesan yang dirilis menjelang Idul Fitri bahwa penundaan penarikan pasukan adalah "pelanggaran" dari kesepakatan itu.

"Jika Amerika kembali gagal untuk memenuhi komitmennya, maka dunia harus menjadi saksi dan meminta pertanggungjawaban Amerika atas semua konsekuensinya," Akhundzada memperingatkan dalam pesan hari Minggu.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah mengumumkan hari berkabung nasional untuk hari Selasa.

"Kelompok biadab ini tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi pasukan keamanan di medan perang, dan sebaliknya menargetkan dengan kebrutalan dan barbarisme fasilitas umum dan sekolah anak perempuan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Ledakan hari Sabtu menuai kecaman global yang meluas.

Paus Francis menyebutnya "tindakan tidak manusiawi", sementara Iran menyalahkan ISIS.

India, sementara itu, menyerukan pembongkaran "tempat perlindungan teroris" dan gencatan senjata untuk meningkatkan upaya perdamaian. (Tribunnews.com/ChannelNewsAsia/Hasanah Samhudi)

Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved