Israel Serang Jalur Gaza

Kesaksian Warga Gaza Ketika Gedung 13 Lantai Runtuh: Semuanya Hilang dalam Sekejap Mata

Warga Gaza mengaku syok ketika gedung 13 lantai yang menampung perusahan teknologi rintisannya hancur dan rata dengan tanah Selasa (11/5/2021).

Editor: Gigih
MOHAMMED ABED / AFP
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Mohammad Qadada mengaku syok ketika gedung 13 lantai yang menampung perusahan teknologi rintisannya hancur dan rata dengan tanah, Selasa (11/5/2021) dalam serangan udara tanpa henti yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza yang terkepung.

Selama beberapa hari belakangan, jet tempur Israel menargetkan bangunan penting di jantung kota Gaza.

Serangan udara Israel setidaknya meratakan tiga bangunan tinggi Gaza.

Hanadi, satu di antara menara yang dipakai sebagai apartemen hunian dan perkantoran komersial, termasuk Qadada's Planet for Digital Solutions adalah salah satunya.

Baca juga: Tank-tank Israel Mulai Serang Jalur Gaza

Baca juga: Israel Masih Serang Jalur Gaza, 119 Warga Palestina Termasuk Anak-anak Tewas dan 830 Orang Terluka

Hanadi
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021.

Menurut sumber lokal, pesawat pengintai tak berawak Israel menargetkan Hanadi dengan beberapa rudal peringatan sebelum dihancurkan oleh jet tempur yang menyebabkan kerusakan material parah di lingkungan kelas atas Rimal.

"Penjaga gedung mengatakan kepada saya hari itu dia menerima panggilan telepon dari pihak Israel, menyuruhnya untuk mengevakuasi gedung dalam waktu dua jam," kata Qadada kepada Al Jazeera.

"Kami tidak berhasil mengevakuasi peralatan perusahaan kami," kata pria berusia 31 tahun itu.

"Kami memutuskan untuk tidak mengambil risiko dan masuk ke dalam gedung. Waktu sangat terbatas dan orang-orang di sekitar pemukiman sangat takut."

Qadada mendirikan Planet for Digital Solutions pada 2017 dan mengembangkan perusahaan yang mempekerjakan 30 orang.

"Sejak menargetkan dan meratakan bangunan, pertanyaan tentang 'mengapa' tidak pernah lepas dari benak saya. Mengapa itu ditargetkan?," kata Qadada.

"Staf dan saya, kita semua, berada dalam kondisi syok kolektif."

Hanadi 2
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021.

Israel mengatakan gedung-gedung itu menjadi sasaran karena mereka digunakan sebagian untuk memerangi faksi-faksi di Gaza, dengan alasan bahwa ini membuat mereka menjadi target yang "sah".

Namun Qadada mengatakan serangan itu meningkatkan penderitaan warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza dengan melemahkan ekonominya yang sudah hancur dan mengambil mata pencaharian.

"Pemuda di sini berjuang untuk mendapatkan kesempatan kerja yang stabil, tetapi dalam sekejap kami kehilangan segalanya," katanya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved