Breaking News:

Israel Serang Jalur Gaza

Bantu Warga Palestina yang Luka Parah Agar Dapat Perawatan, Mesir Buka Perbatasan Rafah

Mereka mengizinkan 10 ambulans mengangkut warga Palestina yang terluka parah menuju rumah sakit di Mesir.

IST
Api membumbung tinggi membakar pemukiman warga Palestina di Gaza oleh serangan udara tentara Israel, Selasa (11/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Banyak warga Palestina di Gaza mengalami luka parah akibat serangan militer Israel.

Karena alasan itu, Mesir membantu Palestina membuka perbatasan antara Rafah dan Jalur Gaza pada Sabtu (15/5/2021).

Mereka mengizinkan 10 ambulans mengangkut warga Palestina yang terluka parah menuju rumah sakit di Mesir.

"Mesir secara luar biasa membuka perbatasan Rafah untuk mengizinkan 10 ambulans Mesir masuk ke Jalur Gaza mengangkut warga Palestina yang terluka...ke Mesir untuk mendapatkan perawatan," ujar pejabat kesehatan Mesir, seperti yang dilansir dari AFP pada Sabtu (15/5/2021).

Seorang pejabat perbatasan Gaza mengatakan pembukaan itu "luar biasa" karena biasanya ditutup selama liburan nasional, termasuk Idul Fitri.

Baca juga: Di Tengah Konflik Israel Palestina, Muncul Desas-desus Iran Bantu Hamas Kembangkan Rudal Mematikan

Baca juga: Cerita Korban Serangan Israel di Jalur Gaza, Anak-anak Teriak dan Menangis, Momen Itu Mengerikan

Pada tahun ini seharusnya perbatasan di Mesir tersebut ditutup dari Rabu (10/5/2021) hingga Minggu (16/5/2021).

Otoritas kesehatan masyarakat Mesir mengatakan pada Jumat (14/5/2021) bahwa liburan ditangguhkan untuk sejumlah dokter dan perawat dalam persiapan untuk menerima "mereka (pasien) yang datang dari Jalur Gaza".

Jalur perbatasan Rafah biasanya buka pada hari kerja.

Baca juga: Israel Serang Gaza Lewat Udara dan Laut, Militan Hamas Lakukan Balasan, Pertempuran Kian Memanas

Pejabat medis di Jalur Gaza mengatakan serangan Israel telah membunuh 139 orang, termasuk 39 anak-anak, sejak Senin (10/5/2021).

Sedangkan, ada sekitar 950 orang yang terluka Tembakan roket oleh pasukan bersenjata Hamas, telah membunuh 9 orang di Israel, termasuk anak-anak dan tentara.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved