Israel Serang Jalur Gaza

Sekjen PBB Minta Konflik Israel-Palestina Segera Dihentikan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres minta konflik Israel-Palestina segera dihentikan.

Penulis: Shella Latifa A
Editor: Sri Juliati
John MACDOUGALL / AFP
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara di Bundestag (majelis rendah parlemen) pada 18 Desember 2020 di Berlin. - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres minta konflik Israel-Palestina segera dihentikan. 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres memohon agar serangan konflik antara Israel-Palestina untuk segera dihentikan.

Hal itu diungkapkannya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Antonio Guterres mengatakan, pertempuran itu bisa menjerumuskan kawasan itu ke dalam krisis yang "tak tertahankan".

"Pertempuran harus dihentikan. Itu harus segera dihentikan," kata Guterres ketika membuka sesi Dewan Keamanan, Minggu (17/5/2021).

Ia menyebut kekerasan yang telah menewaskan hampir 200 orang selama seminggu terakhir itu sangat mengerikan.

Baca juga: Jammi Apresiasi DPR yang Mengecam Serangan Israel ke Palestina

Menurutnya konflik Israel-Palestina akan membuat kriris keamanan dan kemanusiaan yang parah.

"Pertempuran ini memiliki potensi untuk melepaskan krisis keamanan dan kemanusiaan yang tak tertahankan dan untuk lebih jauh menumbuhkan ekstremisme."

"Tidak hanya di wilayah Palestina yang diduduki dan Israel, tetapi di kawasan secara keseluruhan," katanya, dikutip dari CNA.

Guterres mengutuk kekerasan baru pada hari Minggu yang menewaskan 40 warga Palestina, jumlah korban tewas terburuk sejak konflik pecah.

"Siklus pertumpahan darah, teror dan kehancuran yang tidak masuk akal ini harus segera dihentikan," kata Guterres.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara di Bundestag (majelis rendah parlemen) pada 18 Desember 2020 di Berlin.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara di Bundestag (majelis rendah parlemen) pada 18 Desember 2020 di Berlin. (John MACDOUGALL / AFP)

Baca juga: Tak Peduli Desakan untuk Akhiri Konflik, PM Israel Justru Berjanji Lanjutkan Serangan ke Jalur Gaza

Sekjen PBB itu juga memperbarui kritiknya terhadap serangan Israel pada hari Sabtu, yang menghancurkan kantor Gaza dari dua kantor media berita, Al-Jazeera dan Associated Press.

"Jurnalis harus diizinkan bekerja tanpa rasa takut dan pelecehan. Penghancuran kantor media di Gaza sangat memprihatinkan," kata Guterres.

Israel melancarkan serangan udaranya setelah Hamas, gerakan militan Islam yang mengendalikan Gaza, mulai menembakkan roket sebagai tanggapan atas tindakan negara Yahudi itu di Yerusalem.

"Roket dan mortir di satu sisi dan pemboman udara dan artileri di sisi lain harus dihentikan. Saya mengimbau semua pihak untuk memperhatikan seruan ini," kata Guterres.

Baca juga: Sekjen PAN: Dukungan Indonesia untuk Palestina Harus Disertai Bantuan Nyata

Ia juga menyuarakan kekhawatiran atas kebangkitan gerakan ekstremis Yahudi, yang mendorong untuk mengusir warga Palestina dari Yerusalem, sebagai pemicu konflik.

"Di Israel, kekerasan oleh kelompok dan massa yang mirip main hakim sendiri telah menambah dimensi menghebohkan lebih lanjut ke krisis yang sudah memburuk."

"Para pemimpin di semua sisi memiliki tanggung jawab untuk menahan retorika yang menghasut dan menenangkan ketegangan yang meningkat," pungkasnya.

Baca berita Serangan Israel di Jalur Gaza lainnya

(Tribunnews.com/Shella)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved