Breaking News:

Israel Serang Jalur Gaza

5 Negara Pemasok Senjata Terbesar ke Israel, dari Amerika Serikat, Inggris hingga Jerman

Persenjataan milik Israel dikenal lebih canggih dibanding dengan Hamas, berikut negara dan perusahaan pemasok alutista bagi negara Yahudi ini.

Menahem KAHANA / AFP
Tentara Israel menembakkan howitzer self-propelled 155mm ke Jalur Gaza dari posisi mereka di dekat kota selatan Israel Sderot pada 13 Mei 2021. Israel menghadapi konflik yang meningkat di dua front, berjuang untuk memadamkan kerusuhan antara orang Arab dan Yahudi di jalan-jalannya sendiri setelah berhari-hari baku tembak dengan militan Palestina di Gaza. 

TRIBUNNEWS.COM - Persenjataan milik Israel dikenal lebih canggih dibanding dengan Hamas, berikut negara dan perusahaan pemasok alutsista bagi negara Yahudi ini.

Eskalasi konflik Israel dan Palestina telah berlangsung lebih dari sepekan, dengan Tel Aviv yang terus menyerang Hamas di Jalur Gaza.

Meski klaimnya ingin menargetkan Hamas, rudal serta roket Israel banyak merusak pemukiman, rumah sakit, hingga lab utama Covid-19 di Gaza.

Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Rabu (19/5/2021), sedikitnya 219 termasuk 63 anak-anak Palestina meninggal dunia sejak awal penyerangan Israel pada 10 Mei lalu.

Sekitar 1.500 warga Palestina menderita luka-luka.

Baca juga: Ubah Foto Paul Pogba yang Kibarkan Bendera Palestina, Pemain Asal Israel Ini Bikin Kontroversi

Baca juga: Terima Donasi Urun Dana dari Selebgram Fadil Jaidi, PMI Akan Salurkan Rp 1 M ke Rakyat Palestina

Serangan jet-jet tempur Israel sepanjang Jumat kemarin menghancurkan kantor pusat Bank al-Intaj di Gaza, yang berdekatan dengan RS Al-Shefa.
Serangan jet-jet tempur Israel sepanjang Jumat kemarin menghancurkan kantor pusat Bank al-Intaj di Gaza, yang berdekatan dengan RS Al-Shefa. (Anadolu Agency)

Di sisi lain, 12 warga Israel tewas termasuk dua anak dan 300 orang terluka.

Hingga Rabu ini, jet tempur Israel terus menghantam Jalur Gaza.

Bangunan pemukiman hancur dan empat warga Palestina termasuk seorang jurnalis meninggal dunia.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Hamas meluncurkan lebih banyak roket ke wilayah Israel Selatan, tetapi tidak ada korban jiwa.

Dilansir Middle East Eye, Hamas memiliki bom dan roket yang sebagian besar hasil buatan sendiri. 

Sementara itu, Israel memiliki persenjataan yang lebih canggih.

Bahkan, industri senjata di negara ini tengah berkembang pesat.

Walaupun menjadi negara pengekspor senjata terbesar ke-8 di dunia, Israel sendiri juga mendapat impor senjata senilai miliaran dolar dari luar negeri.

Berikut daftar negara dan perusahaan pemasok senjata ke Israel:

1. Amerika Serikat

Sejauh ini, AS merupakan pemasok senjata terbesar ke Israel.

Pada 2009-2020 ini, lebih dari 70 persen senjata Israel berasal dari AS, menurut data Pengalihan Senjata dari Stockholm International Peace Research Institute (Sipri).

Menurut Sipri, AS telah mengekspor senjata ke Israel setiap tahun sejak 1961.

Diperkirakan antara 2013-2017, AS mengirimkan senjata senilai USD 4,9 miliar ke Israel, menurut Campaign Against the Arms Trade (CAAT) yang berbasis di Inggris.

Baca juga: Presiden Turki Erdogan Sebut Joe Biden Punya Tangan Berdarah karena Mendukung Israel

Baca juga: Lewat Telepon, Joe Biden Dukung PM Israel Lakukan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang COVID-19 dan program vaksinasi di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, DC pada 17 Mei 2021.
Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang COVID-19 dan program vaksinasi di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, DC pada 17 Mei 2021. (Nicholas Kamm / AFP)

Penampakan bom buatan AS di Gaza dalam beberapa hari terakhir ini juga viral.

Ekspor senjata meningkat meskipun Israel berkali-kali dituduh melakukan kejahatan perang terhadap Palestina.

Bahkan di tengah krisis Palestina, Presiden AS, Joe Biden, menteken penjualan senjata senilai USD 735 juta ke Israel.

CAAT juga mencatat daftar perusahaan swasta AS yang memasok senjata ke Israel, antara lain Lockheed Martin, Boeing, Northrop Grumman, General Dynamics, Ametek, UTC Aerospace, dan Raytheon.

2. Jerman

Menyumbang 24 persen persenjataan Israel di antara 2009-2020, Jerman merupakan eksportir terbesar kedua di negara Yahudi ini.

Jerman tidak memberikan data terkait senjata yang dikirimkannya, tetapi mengeluarkan lisensi untuk penjualan senjata ke Israel senilai USD 1,93 miliar dari 2013-2017, menurut CAAT.

Data Sipri menunjukkan Jerman menjual senjata ke Israel sepanjang 1960-an dan 1970-an, dan melakukannya setiap tahun sejak 1994.

Sementara AS telah membantu banyak kebutuhan pertahanan udara Israel, Jerman menyediakan kapal selam.

Pembuat kapal Jerman ThyssenKrupp Marine Systems telah membangun enam kapal selam Dolphin untuk Israel, menurut CAAT.

Kemudian, perusahaan Renk AG membantu melengkapi tank Merkava Israel.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada Senin lalu menyuarakan solidaritas untuk Israel saat melakukan telepon dengan PM Netanyahu.

Menurut juru bicaranya, Merkel menegaskan "hak untuk mempertahankan diri" Israel terhadap serangan roket dari Hamas.

3. Italia

Italia berkontribusi sebanyak 5,6 persen bagi koleksi persenjataan Israel antara 2009-2020 menurut data Sipri.

Dari 2013-2017, Italia mengirimkan senjata senilai USD 581 juta ke Israel, menurut CAAT.

Italia mengkritik Israel soal penggusuran pemukiman di Sheikh Jarrah, tetapi tetap mengekspor senjata pada negara itu.

Pada Jumat lalu, pekerja pelabuhan di Livorno menolak memuat kapal yang membawa senjata ke pelabuhan Ashdod di Israel, setelah diberitahu LSM Italia The Weapon Watch tentang isi muatannya.

"Pelabuhan Livorno tidak akan menjadi kaki tangan dalam pembantaian rakyat Palestina," pernyataan L’Unione Sindacale di Base (USB).

CAAT mencatat, perusahaan AgustaWestland membuat komponen untuk helikopter Apache yang digunakan oleh Israel.

4. Inggris

Meski tidak ada data dalam beberapa tahun terakhir ini, Sipri mencatat bahwa Inggris melisensikan senjata senilai 400 poundsterling (sekira Rp8,1 triliun) sejak 2015.

CAAT menyerukan Inggris mengakhiri penjualan senjata dan dukungan militer kepada pasukan Israel.

Pihaknya juga meminta penyelidikan apakah senjata dari Inggris digunakan untuk menyerang Gaza.

Perusahaan Inggris yang memasok senjata ke Israel antara lain: BAE Systems, Atlas Elektronik UK, MPE, Meggitt, Penny + Giles Controls, Redmayne Engineering, Senior PLC, Land Rover, dan G4S.

Gambar ini diambil dari Sderot di Israel selatan di perbatasan dengan Jalur Gaza, menunjukkan roket yang ditembakkan dari sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel, pada 13 Mei 2021. Meskipun ada kekhawatiran global dan upaya diplomatik untuk menghentikan kekerasan yang terus meningkat, ratusan roket merobeknya. langit di atas Jalur Gaza semalam dan angkatan udara Israel melancarkan beberapa serangan dengan jet tempur, menargetkan apa yang digambarkannya sebagai lokasi yang terkait dengan Hamas, gerakan Islam yang mengontrol Gaza.
Gambar ini diambil dari Sderot di Israel selatan di perbatasan dengan Jalur Gaza, menunjukkan roket yang ditembakkan dari sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel, pada 13 Mei 2021.  (EMMANUEL DUNAND / AFP)

Senjata yang diekspor Inggris antara lain pesawat terbang, drone, granat, bom, misil, dan amunisi.

CAAT, merujuk pada krisis di Palestina, menyebut semua jenis senjata itu "adalah jenis senjata yang kemungkinan besar akan digunakan dalam pengeboman semacam ini."

Pada 2014 lalu, 12 lisensi senjata dari Inggris ditemukan digunakan untuk pemboman di Gaza.

Kemudian pada 2010, Menteri Luar Negeri, David Miliband, mengatakan senjata Inggris dipastikan digunakan Israel untuk pengeboman tahun 2009 di Gaza.

5. Kanada

Kanada menyumbang sekitar 0,3 persen dari impor senjata konvensional utama Israel antara 2009-2021, menurut Sipri.

Pejabat Partai Demokrat, Jagmeet Singh, pekan lalu menyerukan penghentian penjualan senjata ke Israel berkaitan dengan krisis di Palestina.

Kanada mengirim USD13,7 juta perangkat keras dan teknologi militer ke Israel pada 2019, setara dengan 0,4 persen dari total ekspor senjata, menurut The Globe and Mail.

Berita terkait Israel Serang Jalur Gaza

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved