Breaking News:

Israel Serang Jalur Gaza

BREAKING NEWS: Militer Israel dan Palestina Umumkan Gencatan Senjata

Militer Israel dan Palestina setuju untuk melakukan gencatan senjata sebagai jalan mengakhiri konflik.

MOHAMMED ABED / AFP
Seorang pria mengibarkan bendera Palestina ketika yang lain mengibarkan tanda V untuk kemenangan saat mereka merayakan di depan bangunan yang hancur gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir antara Israel dan dua kelompok bersenjata utama Palestina di Gaza pada 20 Mei 2021. Israel dan keduanya kelompok bersenjata utama Palestina di Gaza, Hamas dan Jihad Islam, mengumumkan gencatan senjata pada 20 Mei 2021, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik paling dahsyat di antara mereka selama tujuh tahun. Gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir diumumkan menyusul meningkatnya tekanan internasional untuk mengakhiri 11 hari konflik yang telah merenggut nyawa di kedua sisi, dengan jet Israel menghantam Gaza dengan serangan udara saat militan menembakkan ribuan roket ke arah Israel. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Militer Israel dan Palestina setuju untuk melakukan gencatan senjata sebagai jalan mengakhiri konflik.

Gencatan senjata antar kedua negara berlaku sejak Jumat dini hari, pukul 02.00 waktu setempat.

Dilansir Tribunnews.com dari theguardian.com, Jumat (21/5/2021), konflik antara Israel-Palestina telah berlangsung 11 hari dan menelan korban 230 jiwa di Gaza dan 12 di Israel.

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, pada Kamis malam waktu setempat, mengumumkan bahwa Israel menyetujui usulan gencatan senjata tanpa syarat yang diusulkan Mesir.

Demikian juga organisasi Islam Palestina Hamas dan para jihadis muslim yang mengumumkan menyetujui usulan gencatan senjata.

Sehari sebelumnya Presiden Amerika Serikat Joe Biden meminta Netanyahu untuk menurunkan tensi dan meminta agar kedua belah pihak menyatakan gencatan senjata.

Setelah kedua belah pihak menyatakan gencatan senjata, Biden menyampaikan terimakasih kepada Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi.

"Ini kesempatan baik untuk menuju perdamaian di Timur Tengah. Saya sekaligus berterima kasih kepada presiden Mesir, Abdel Fatah al-Sisi, atas perannya," kata Biden dalam keterangannya, dilansir Tribunnews.com, Jumat (21/5/2021).

Selain itu, Biden juga menyampaikan komitmen Amerika Serikat untuk ikut serta menjaga perdamaian antara Israel dan Palestina.

Baca juga: Panggilan Telepon Keempat Biden dan Netanyahu, Bahas Jalan Menuju Gencatan Senjata Israel-Palestina

"Saya yakin orang Palestina dan Israel sama-sama berhak untuk hidup dengan aman dan terjamin, dan menikmati kebebasan, kemakmuran, dan demokrasi yang setara. Amerika Selatan akan melanjutkan diplomasi tanpa henti demi mencapai tujuan itu," kata Biden.

Selain Amerika Serikat, Pemerintahan Inggris turut memberikan respon positif atas gencatan senjata antara Israel dan Palestina.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab meminta semua pihak agar gencatan senjata antara Israel-Palestina berlangsung lama.

"Semua pihak harus bekerjasama untuk membuat gencatan senjata ini tahan lama, sekaligus untuk mengakhiri siklus kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil," kata Dominic.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved