Breaking News:

Corona Seperti Riak Kecil dan Tertawakan Penundaan Olimpiade, Penasehat Kabinet Jepang Mundur

Yoichi Takahashi (66) Penasihat Khusus Kabinet Jepang mengundurkan diri Senin ini (24/5/2021) karena sempat menuliskan di twitternya 9 Mei lalu mengen

Foto Chunichi
Profesor Yuichi Takahashi penasehat khusus kabinet jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYOYoichi Takahashi (66) Penasihat Khusus Kabinet Jepang mengundurkan diri Senin ini (24/5/2021) karena sempat menuliskan di twitternya 9 Mei lalu mengenai Corona seperti riak kecil dan menertawakan yang meminta penundaan Olimpiade.

"Takahashi telah menawarkan pengunduran diri dan mengatakan dia "minta maaf."  Sangat disayangkan sekali," kata PM Jepang Yoshihide Suga Senin (24/5/2021).

Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan bahwa dia tidak diberhentikan dan dia membuat keputusan akhir berdasarkan kritik yang masuk.

Yukio Edano, wakil dari Partai Demokrat Konstitusional, oposisi pemerintah mengkritik, "Ini bukan cerita untuk mundur."

Demikian pula pada tanggal 21 Mei,  Takahashi memposting tentang keadaan darurat, “Bukankah ini seperti darurat militer dari perspektif Eropa dan Amerika Serikat? Seperti orang kembung saja.”

Atas kata-katanya tersebut Takahashi minta maaf kepada masyarakat.

"Saya minta maaf, dan  mengoreksi  kata-kata tersbeut," ungkap Takahashi.

 Dari banyaknya kritikan yang masuk kepada Takahashi, ada pul ayang mendukungnya.

"Anda telah kehilangan belenggu . Mulai sekarang, jangan khawatir dan berikan informasi sebanyak yang Anda inginkan karena telah lepas dari pemerintahan," tulis salah seorang warga Jepang yang mendukungnya lewat twitternya.

Profesor Takahashi adalah lulusan Universitas Tokyo Departemen Matematika, Fakultas Sains, juga lulusan Fakultas Ekonomi, Departemen Ekonomi Universitas Tokyo Sekolah Pascasarjana Kebijakan Perdagangan Universitas Chiba dan pengajar, sebagai profesor di Universitas Kaetsu serta Universitas Toyo.

Keahliannya di berbagai bidang yaitu Makroekonomi, Kebijakan fiskal dan moneter, Pensiun aktuaria, Rekayasa keuangan, statistik Akuntansi, Hukum administratif / hukum ekonomi , dan Teori hubungan internasional.

Dia juga pernah menjadi Peneliti Tamu, di Universitas Princeton New JerseyAmerika Serikat.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved