Breaking News:

Ibadah Haji 2021

Arab Saudi Buka Kuota 60 Ribu Jemaah: Ini Sejumlah Protokol dan Ketentuan Ibadah Haji 2021

Otoritas terkait  Arab Saudi telah menyetujui sejumlah rekomendasi untuk musim haji 1442H atau 2021.

Sky News
Di tengah pandemi corona yang melanda dunia, pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi tetap berlangsung mengikuti protokol kesehatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JEDDAH — Otoritas terkait  Arab Saudi telah menyetujui sejumlah rekomendasi untuk musim haji 1442H atau 2021.

Paling menonjol adalah meningkatkan protokol kesehatan dan tindakan pencegahan yang dilaksanakan selama ibadah haji.

Seperti dilansir dari Saudi Gazette, Selasa (25/5/2021), pihak berwenang Arab Saudi sedang mempelajari kemungkinan penerapan protokol kesehatan dan langkah-langkah lain sebanding dengan jumlah jamaah, area tenda, fasilitas dan utilitas di situs suci. Dan itu akan merujuk pada keputusan yang dicapai oleh Komite Haji Tertinggi dengan pihak berwenang dan instansi yang bersangkutan.

Sebelumnya Kementerian kesehatan Arab Saudi menyatakan mengizinkan jemaah haji luar negeri untuk ikut menunaikan ibadah haji 2021 pada Juli mendatang. Tetapi jumlah jemaah haji akan berada dalam skala yang lebih kecil dibandingkan seebelum pandemi Covid-19.

Sejak merebaknya pandemi Covid-19, ini akan menjadi pertama kalinya Arab Saudi memutuskan untuk mengizinkan hanya 60 ribu orang dari seluruh dunia, untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, kata kementerian kesehatan Saudi, seperti dilansir Siasat Daily, Senin (24/5/2021).

”Sebanyak 45 ribu jemaah dari luar negeri akan dialokasikan dan 15 ribu dari dalam Kerajaan,“ kata kementerian kesehatan.

Adapun protokol yang dimaksud adalah kondisi yang harus dipenuhi sebelum tiba di zona haji, yang meliputi kelompok usia yang diizinkan, kondisi kesehatan yang baik dan calon jemaah  yang terbebas dari penyakit kronis.

Kemudian harus dipastikan bahwa mereka tidak menjalani dialisis ginjal atau menderita penyakit kronis yang membutuhkan rawat inap selama enam bulan terakhir.

Sebelum menuju daerah haji, jemaah diwajibkan sudah menerima vaksin anti-Covid-19. Adapun yang datang dari luar negeri, diharuskan menerima dosis lengkap vaksin yang disetujui di Arab Saudi.

Calon Jemaah harus menunjukkan sertifikat yang dibuktikan oleh otoritas kesehatan resmi di negara jamaah berasal. Selain itu juga sertifikat tes PCR, hasilnya negatif. Sertifika itu  dikeluarkan oleh laboratorium yang diakui di negara jemaah berasal.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved