Breaking News:

Pria Korea Utara Dikabarkan Dieksekusi karena Jual Video Korea Selatan, Ditembak di Depan 500 Orang

Seorang pria di Korea Utara dilaporkan dieksekusi mati oleh regu tembak di depan 500 orang karena menjual film dan musik ilegal.

STR / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar tak bertanggal dan dirahasiakan ini dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melalui KNS menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang memeriksa 1524 Unit tentara Rakyat Korea Utara. Seorang pria di Korea Utara dilaporkan dieksekusi mati oleh regu tembak di depan 500 orang karena menjual film dan musik ilegal. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria di Korea Utara dilaporkan dieksekusi mati oleh regu tembak di depan 500 orang karena menjual film dan musik ilegal.

Otoritas Korea Utara menyebut pria itu sebagai "elemen anti-sosialis," karena menjual video berisi lagu, drama dan film dari Korea Selatan.

Pria bernama Lee itu dieksekusi pada Kamis (27/5/2021), Daily NK melaporkan via Mirror.

Keluarga Lee dipaksa berdiri di barisan depan kerumunan 500 orang untuk melihat eksekusi itu.

Eksekusi dilaksanakan di Wonsan, Provinsi Gangwon, 40 hari setelah penahanan Lee.

Lee adalah seorang kepala insinyur di Komisi Manajemen Pertanian Wonsan.

Ia ditangkap oleh putri dari pemimpin unitnya saat diam-diam menjual CD dan USB berisi konten Korea Selatan.

Baca: 3 Remaja Korea Utara Dihukum karena Dengar Lagu KPop dan Tiru Gaya Rambut Idol, Orang Tua Diasingkan 

Baca: Kim Jong Un Dikabarkan Mengeksekusi Menteri Pendidikan karena Selalu Mengeluh dan Tidak Ada Kemajuan 

Gambar tak bertanggal dan dirahasiakan ini dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melalui KNS menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang memeriksa 1524 Unit tentara Rakyat Korea Utara.
Gambar tak bertanggal dan dirahasiakan ini dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melalui KNS menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang memeriksa 1524 Unit tentara Rakyat Korea Utara. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

"Ini adalah eksekusi pertama di Provinsi Gangwon karena tindakan anti-sosialis di bawah undang-undang anti-reaksioner," menurut laporan otoritas Korea Utara yang memerintah Lee.

Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved