Breaking News:

Penanganan Covid

Melbourne Perpanjang Lockdown Covid-19 Seminggu, Warga Harus Tinggal di Rumah

Melbourne memperpanjang lockdown selama seminggu untuk mencegah penularan Covid-19 di Australia itu. Ini lockdown keempat sejak pandemi Covid-19

ABC News: Patrick Rocca
Pengetesan massal virus corona telah dimulai di hotspot virus corona di Melbourne, 27 Juni 2020. (ABC News: Patrick Rocca) 

TRIBUNNEWS.COM, MELBOURNE – Lockdown Covid-10 di Melbourne, Australia, diperpanjag seminggu lalu.

Pihak berwenang di Melbourne mengumumkan lockdown itu, Rabu (2/6), di saat mereka berusaha keras menahan laju kasus positif Covid-19 di kota terbesar kedua di Australia itu.

Lima juta penduduk Melbourne akan keluar dari lockdown tujuh hari tepat sebelum tengah malam pada hari Kamis besok. Tetapi mereka diperintahkan untuk tetap di rumah karena kekhawatiran tentang penyebaran virus.

"Kita harus menjalankan hal ini ke tanah jika tidak orang akan mati," kata penjabat Perdana Menteri negara bagian Victoria James Merlino, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Ia menambahkan bahwa mereka berurusan dengan varian virus yang  "lebih cepat dan lebih menular daripada yang pernah kita lihat sebelumnya".

Baca juga: Australia Berlakukan Kembali Pembatasan di Melbourne untuk Cegah Wabah Baru

Wabah tersebut diyakini bermula ketika seorang pelancong yang terinfeksi varian Kappa, yang berasal dari India, kembali ke Australia.

Ribuan kontak dekat telah diidentifikasi, dan daftar tempat yang dikunjungi oleh 60 kasus yang dikonfirmasi telah berkembang menjadi sekitar 350.

Merlino mengatakan bahwa perintah tinggal di rumah diperkirakan akan dicabut untuk warga Victoria yang tinggal di luar Melbourne seperti yang direncanakan. Meskipun demikian, sejumlah pembatasan akan tetap ada, termasuk pembatasan pada tamu pernikahan dan pelayat di pemakaman.

Di Melbourne, siswa sekolah menengah atas yang mempersiapkan ujian akhir mereka akan kembali ke ruang kelas sementara beberapa pekerja luar ruangan dapat kembali ke pekerjaan mereka, tambahnya.

Perbatasan internasional Australia tetap tertutup untuk sebagian besar pelancong - dengan pengecualian Selandia Baru - dan pihak berwenang dengan cepat memberlakukan pembatasan ketika kasus Covid-19 terdeteksi.

Baca juga: Melanggar Aturan Terkait Virus Corona, Siswa Asrama di Melbourne Dikeluarkan

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved