Breaking News:

Penanganan Covid

Penanganan Covid: Vaksin Sinovac dari China Dapat Persetujuan untuk Penggunaan Darurat dari WHO

Vaksin Sinovac dari China telah mendapatkan persetujuan untuk penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

STR / AFP
Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. 

TRIBUNNEWS.COM - Vaksin Sinovac dari China telah mendapatkan persetujuan untuk penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

BBC menulis, vaksin Sinovac merupakan vaksin China kedua yang menerima lampu hijau dari WHO, setelah Sinopharm.

Dengan disahkannya Sinovac untuk penggunaan darurat, diharapkan dapat membuka pintu bagi vaksinasi program Covax dan memastikan akses adil ke vaksin.

Melansir BBC, vaksin Sinovac telah digunakan di beberapa negara dan direkomendasikan dengan dosis kedua diberikan dua hingga empat minggu setelah suntikan pertama.

"Persetujuan darurat berarti vaksin memenuhi standar internasional untuk keamanan, kemanjuran dan pembuatan," kata WHO.

Baca juga: Sinovac Tak Penuhi Syarat Arab Saudi, Pemerintah Usahakan Vaksin Johnson & Johnson untuk Jemaah Haji

Baca juga: 8 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air, Total Sudah 92,9 Juta Dosis

Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China.
Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. (STR / AFP)

Studi menunjukkan bahwa Sinovac mencegah penyakit bergejala di lebih dari setengah dari mereka yang divaksinasi dan mencegah gejala parah dan rawat inap di 100% dari mereka yang diteliti, tambahnya.

Diharapkan keputusan untuk mendaftarkan vaksin China untuk penggunaan darurat akan mendorong inisiatif Covax, yang telah berjuang dengan masalah pasokan.

"Dunia sangat membutuhkan banyak vaksin Covid-19 untuk mengatasi ketidakadilan akses yang sangat besar di seluruh dunia," kata Mariangela Simao, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk akses ke produk kesehatan.

"Kami mendesak produsen untuk berpartisipasi dalam fasilitas Covax, berbagi pengetahuan dan data mereka serta berkontribusi untuk mengendalikan pandemi," imbuhnya.

Selain di China, vaksin tersebut sudah diberikan di negara-negara termasuk Chili, Brazil, Indonesia, Meksiko, Thailand dan Turki.

Halaman
1234
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved