Breaking News:

Seorang Pria di Kanada Tabrak 5 Anggota Keluarga Muslim, Pelaku Diduga Islamofobia

Seorang pria di Kanada menabrak lima anggota keluarga muslim hingga menewaskan empat orang di antaranya. Pelaku diduga anti-Islam atai Islamofobia.

Nicole OSBORNE / AFP
Orang-orang memberikan penghormatan di tempat di mana seorang pria yang mengendarai truk pickup menabrak dan membunuh empat anggota keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada pada 7 Juni 2021. Seorang pria yang mengendarai truk pick-up menabrak dan menewaskan empat anggota keluarga Muslim di selatan provinsi Ontario Kanada, polisi menyebut serangan "direncanakan". 

Satu kelompok masyarakat yang turut berduka, berjaga di sebuah masjid setempat pada Selasa malam untuk mengingat para korban.

London, yang memiliki sekitar 400.000 penduduk, memiliki komunitas Muslim yang besar dan Wali Kota Holder mengatakan bahasa Arab adalah bahasa kedua yang paling banyak digunakan setelah bahasa Inggris di kota itu.

"Gadis remaja yang terbunuh akan sangat dirindukan oleh sesama siswa dan staf di Sekolah Menengah Oakridge," kata sekolah itu dalam sebuah pernyataan.

Melalui akun Twitter-nya, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dia prihatin dengan apa yang digambarkan sebagai tindakan kebencian.

Saat ini, pikiran Trudeau tertuju pada orang-orang yang dicintai para korban, termasuk anak laki-laki yang selamat.

“Kepada Komunitas Muslim di London dan Muslim di seluruh negeri, ketahuilah bahwa kami mendukung Anda. Islamofobia tidak memiliki tempat di wilayah kami. Kebencian ini berbahaya dan tercela dan itu harus dihentikan,” cuit Trudeau.

Dewan Nasional Muslim Kanada, sebuah kelompok advokasi nasional, mengatakan serangan mematikan itu sangat ngeri.

"Ini adalah serangan teroris di tanah Kanada, dan harus diperlakukan seperti itu. Kami menyerukan kepada pemerintah untuk mengadili penyerang sepenuhnya sesuai hukum, termasuk mempertimbangkan tuduhan teroris," kata CEO kelompok itu, Mustafa Farooq, Senin (7/6/2021).

"Kehilangan keluarga ini, kehilangan seorang anak di komunitas kami karena Islamofobia adalah kesedihan yang akan mendalam untuk waktu yang lama. Tapi biarkan kesedihan itu menjadi dasar di mana kita berdiri untuk keadilan, dan berdiri untuk perubahan," sambungnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Ontario Doug Ford juga mentweet ucapan belasungkawanya pada Senin (7/6/2021).

"Kebencian dan Islamofobia TIDAK punya tempat di Ontario. Keadilan harus ditegakkan atas tindakan kebencian mengerikan yang terjadi di London, Ontario kemarin," tulisnya.

Menteri Pertahanan Nasional Kanada Harjit Sajjan, mengatakan dia sangat sedih mengetahui empat Muslim Kanada tewas di London, Ontario dalam serangan Islamofobia yang keji.

"Tiga generasi keluarga hilang dalam sekejap. Kebencian yang meluas ini terlalu umum di negara kita. Kita harus bersatu untuk mengakhiri kebencian dalam segala bentuknya," kata Sajjan.

Pemimpin Oposisi Partai Demokrat Baru (NDP) Jagmeet Singh juga mengutuk serangan itu.

"Mereka dibunuh karena keyakinan mereka. Lebih dari sebelumnya kita harus berdiri bersama keluarga, teman & tetangga Muslim kita melawan kebencian keji seperti itu," tulis Singh di Twitter.

Islamfobia di Kanada

Serangan yang menewaskan empat korban itu adalah yang terburuk terhadap Muslim Kanada sejak seorang pria menembak mati enam anggota masjid Kota Quebec pada 2017.

Wali Kota Holder mengatakan itu adalah pembunuhan massal terburuk yang pernah terjadi di kotanya.

Baca juga: Dua Sekolah di Nova Scotia Kanada Laporkan Kasus Covid-19

Serangan hari Minggu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang serangan Islamofobia di provinsi-provinsi di seluruh Kanada dan seruan yang meluas kepada pihak berwenang untuk mengatasi rasisme, kekerasan yang dimotivasi kebencian, dan prevalensi kelompok sayap kanan.

Berdasarkan statistik Kanada, pada bulan Maret kejahatan rasial yang dilaporkan polisi yang menargetkan Muslim naik sedikit naik sedikit, yaitu tahun terakhir di mana data tersedia.

Dengan demikian kejahatan rasial naik 166 insiden dari tahun sebelumnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, wanita Muslim di Provinsi Alberta telah menjadi sasaran dalam beberapa insiden kekerasan verbal dan fisik.

Pada bulan September, Mohamed-Aslim Zafis yang berusia 58 tahun ditikam dengan fatal di luar sebuah masjid di ujung barat Toronto tempat dia bekerja sebagai penjaga.

Insiden Itu mendorong seruan bagi pihak berwenang untuk menanggapi ancaman kekerasan sayap kanan lebih serius dan untuk menyelidiki serangan itu sebagai motivasi kebencian.

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved