Virus Corona

India Catat Rekor, 6.148 Orang Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Dalam 24 Jam Terakhir

India melaporkan 6.148 orang meninggal karena Covid-19 dalam 24 jam terakhir, Kamis (10/6/2021).

Editor: Adi Suhendi
Narinder NANU / AFP
Anggota staf medis yang mengenakan APD membawa jenazah pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Amritsar, India pada 24 April 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, BENGALURU - India melaporkan 6.148 orang meninggal karena Covid-19 dalam 24 jam terakhir, Kamis (10/6/2021).

Angka tersebut menjadi rekor kenaikan kasus kematian harian tertinggi selama pandemi Covid-19 melanda India.

Otoritas Kesehatan India mencatat terjadi kenaikan dari 2.219 orang pada sehari sebelumnya, seperti dilansir Reuters dan Saudi Press Agency (SPA).

Total orang meninggal karena Covid-19 di India mencapai angka 359.676 orang, menurut data dari kementerian kesehatan.

Sementara 94.052 kasus baru virus corona dilaporkan pada hari ini.

Total nasional kasus Covid-19 di negara itu sekarang mencapai 29,2 juta.

Baca juga: Gedung di Mumbai India Ambruk Diduga akibat Hujan Lebat, Setidaknya 11 Orang Tewas

Sebelumnya pada Rabu (9/6/2021) India melaporkan 92.596 kasus baru infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Otoritas Kesehatan India juga melaporkan 2.219 orang meninggal akibat virus corona, seperti dilansir dari Reuters dan Saudi Press Agency (SPA).

Total kasus nasional Covid-19 di negara itu sekarang mencapai 29,1 juta.

Baca juga: 27 Orang Tewas Tersambar Petir saat Badai Monsun Melanda India Timur

Sementara total korban jiwa berada di angka 353.528 orang, menurut data dari kementerian kesehatan.

Bulan ini, India membuka kampanye vaksinasi virus corona kepada semua orang yang berusia 18 tahun ke atas.

Namun, belum dapat memenuhi permintaan vaksin meskipun menjadi salah satu produsen vaksin terbesar di dunia.

India telah menginokulasi rakyatnya dengan vaksin AstraZeneca yang diproduksi secara lokal di Serum Institute of India, Covaxin yang dibuat oleh perusahaan lokal Bharat Biotech dan telah mulai meluncurkan Sputnik V Rusia.

Baca juga: Wabah Covid-19 di Kebon Binatang, Cagar Alam Harimau India Ditutup untuk Wisatawan

Perdana Menteri Narendra Modi menghadapi kritik atas kegagalan untuk mengamankan vaksin karena hanya sekitar 3 persen dari 1,3 miliar populasi India telah sepenuhnya divaksinasi, tingkat terendah di antara 10 negara dengan kasus terbanyak.

Untuk memenuhi permintaan domestik, India menghentikan sementara ekspor vaksin pada bulan Maret, setelah menyumbangkan atau menjual lebih dari 66 juta dosis.

Namun, India masih menghadapi kekurangan vaksin dan beberapa pemerintah negara bagiannya, dan bahkan kota-kota seperti Mumbai, telah meluncurkan tender global atau mencari ekspresi minat dari perusahaan-perusahaan seperti Pfizer, Moderna dan Johnson dan Johnson untuk persediaan mendesak.(SPA/Reuters/Channel News Asia)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved