Breaking News:

Bos Perusahaan Pembangkit Tenaga Surya Jepang Ditangkap Lagi Penipuan 1,05 Miliar Yen

Dalam kasus penipuan pinjaman yang melibatkan perusahaan terkait tenaga surya di Kota Yokohama, presiden perusahaan ini menipu sekitar 1,05 miliar yen

Istimewa
Naoyuki Ikuta (47), Presiden perusahaan Techno System. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Dalam kasus penipuan pinjaman yang melibatkan perusahaan terkait tenaga surya di Kota Yokohama, presiden perusahaan ini menipu sekitar 1,05 miliar yen pinjaman dari lembaga keuangan lain, dan juga membuat dana perusahaan diputarkan  di kasino.

"Naoyuki Ikuta (47), Presiden perusahaan Techno System, Yokohama, ditangkap kembali oleh   Kejaksaan Negeri Tokyo atas dugaan penipuan dan back office khusus untuk pelunasan utangnya," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu (16/6/2021).

Menurut penelitian Kantor Kejaksaan Distrik Tokyo, Presiden Ikuta mengajukan perkiraan kebohongan kepada serikat kredit di wilayah Kansai tahun lalu dengan dalih menerima pinjaman untuk bisnis pembangkit listrik tenaga surya, dan jumlah pinjaman sekitar 1 miliar.

Selain menipu 50 juta yen, itu adalah klaim palsu bahwa secara ilegal menarik total 390 juta yen dari dana perusahaan untuk membayar utangnya sendiri yang dipakai di kasino luar negeri tiga tahun lalu.

Ada kecurigaan terkait kasus tanggung jawab khusus. Kasino masih belum legal dalam hukum Jepang.

Perusahaan telah mempromosikan bisnis energi terbarukan dengan menerima sejumlah besar pembiayaan dari layanan keuangan yang disebut "pinjaman sosial" selama beberapa tahun, tetapi konstruksi telah tertunda secara signifikan karena beberapa proyek, dan lainnya.

Hal itu berarti bahwa ia terjebak dalam uang tunai mengalir dan dalam keadaan bangkrut.

Pada tanggal 16 Juni ini, Departemen Investigasi Khusus menuduh Presiden Ikuta menipu total lebih dari 1,16 miliar yen dari lembaga keuangan di prefektur Tokushima dan Shizuoka.

Departemen Investigasi Khusus belum mengungkapkan persetujuan atau ketidaksetujuan Presiden Ikuta.

Sementara itu Beasiswa dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved