Breaking News:

Israel Kembali Serang Gaza, Pesawat Tempur Tembaki Kamp Latihan

Siaran radio Hamas menyatakan, pesawat tempur Israel mengebom kamp latihan di Gaza hari Rabu.

JAAFAR ASHTIYEH / AFP
Para pelayat berdoa di dekat jenazah Adham Eleiwi, seorang agen intelijen militer Palestina yang tewas dalam konfrontasi dengan pasukan khusus Israel, selama pemakamannya di desa Zawata, sebelah barat Nablus di Tepi Barat yang diduduki pada 10 Juni 2021. Tiga warga Palestina terbunuh pada awal 10 Juni oleh pasukan khusus Israel yang sedang dalam misi penangkapan di Tepi Barat utara, kata sumber di kedua belah pihak. Salah satu warga Palestina yang tewas diduga melakukan serangan penembakan terhadap tentara Israel, kata seorang pejabat keamanan Israel. Dua lainnya adalah anggota pasukan keamanan Otoritas Palestina yang menyaksikan baku tembak awal. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Militer Israel kembali melakukan serangan atas Gaza hari ini, Rabu (16/6/2021). Pihak Israel menyatakan, serangan itu mereka lakukan sebagai pembelaan diri atas serangan balon api yang diarahkan ke wilayahnya.

Mengutip akun Twitter Reuters pagi ini, siaran radio Hamas menyatakan, pesawat tempur Israel mengebom kamp latihan di Gaza hari Rabu.

Serangan ini merupakan agresi pertama Israel sejak Hamas dan Israel menyepakati gencatan senjata setelah pertempuran sengit pejuang Hamas dan tentara Israel di wilayah Gaza selama 11 hari, bulan Mei lalu.

Dalam sebuah pernyataan resmi, militer Israel menyatakan mereka "siap menghadapi semua skenario yang terjadi termasuk kembali bertempur untuk menghadapi (yang mereka sebut sebagai) aksi serangan terorisme dari Gaza.

Serangan oleh militer Israel ini dilakukan setelah kelompok garis keras Israel menggelar pawai bendera di Yerusalem Timur yang membuat warga Palestina marah.

Tambah Pasukan

Sementara itu, mengutip laporan jurnalis Anadolu Agency, Abdelraouf Arnaout dari Yerusalem, polisi Israel mengerahkan 2.000 pasukan pada Selasa untuk memberikan perlindungan kepada warga Israel peserta pawai bendera yang direncanakan melintasi wilayah pendudukan Yerusalem Timur.

Menurut siaran media Israel, pasukan polisi akan dikerahkan di sekitar rute yang akan diambil para peserta selama pawai.

Menurut laporan tersebut, polisi Israel juga memutuskan untuk memperkuat pasukan mereka di kota-kota campuran dan daerah Wadi Ara di Israel untuk mengantisipasi kekerasan selama pawai.

Pawai bendera itu telah disetujui oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Omer Bar-Lev pada Senin malam.

Baca juga: Pemerintahan Baru Israel di Mata PM Palestina: Sama Buruknya dengan Era Netanyahu

Halaman
12
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved