Breaking News:

Olimpiade Tokyo

Awal Juli 2021 Tiket Pertandingan Olimpiade Jepang akan Diundi

Penjualan tiket tambahan dan penjualan tiket di muka menggunakan kartu pos tiket bernomor akan dibatalkan.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Tiket masuk kejuaraan sofbol (tengah) yang dimulai paling awal tanggal 22 Juli 2021, sehari sebelum pembukaan Olimpiade. Di sebelah kanan dan kirinya adalah tiket kejuaraan olahraga lainnya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Panitia penyelenggara Olimpiade mengingatkan agar masyarakat sangat berhati-hati terhadap tiket pertandingan Olimpiade Jepang mendatang.

"Tidak ada yang dijual langsung. Semua tiket akan diundi mulai awal Juli 2021. Hati-hati penjualan di internet dan lainnya. Situs official Olimpiade untuk jual beli yang dulu dilakukan, sudah tidak berlaku lagi," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (17/6/2021).

Demikian pula, penjualan tiket tambahan dan penjualan tiket di muka menggunakan kartu pos tiket bernomor akan dibatalkan.

Seorang pejabat Panitia Penyelenggara menjelaskan situasinya.

"Dengan menarik keputusan di atas batas penonton, kami tidak dapat lagi memberikan layanan yang biasanya kami coba lakukan," ujarnya.

Kamis (17/6/2021) hari ini pemerintah Jepang memberikan pandangan konkret tentang jumlah maksimum penonton pada saat Olimpiade, tetapi hanya satu bulan sebelum pembukaan.

Pemegang tiket harus ikut dalam proses undian ulang dan pengembalian dana sesegera mungkin.

Menurut orang-orang yang bersangkutan, undian ulang akan dimulai pada awal Juli, dan akan disesuaikan agar pengembalian uang dapat diterima pada saat yang sama (awal Juli 2021) bagi yang tidak kena undian dan mengembalikan tiket yang telah dibelinya.

Baca juga: Wakil Ketua IOC John Coats Tiba di Jepang, Mulai Periksa Persiapan Olimpiade

Panitia telah mengungkapkan bahwa jumlah tiket yang berlaku untuk menonton pertandingan adalah 42 persen dari kapasitas semua tempat kompetisi, dan tiket perlu diundi ulang tergantung pada jumlah maksimum penonton nantinya.

"Tidak akan ada penjualan tambahan tiket, yang ada malahan mengurangi tiket yang telah tersebar luas, karena jumlah penonton akan menjadi sangat sedikit nantinya, kemungkinan maksimum 10.000 orang saja atau 50 persen dari total kursi yang ada di arena pertandingan cabang olahraga yang bersangkutan," jelasnya.

Sementara itu beasiswa dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved