Breaking News:

Petani Yamagata Kirim Buah Ceri ke Ueno Tokyo Jepang Gunakan Shinkansen

Buah ceri Sato Nishiki yang terkenal dari Yamagata dibawa ke Stasiun Ueno Tokyo dalam upaya untuk menjual "ceri" segar dari Prefektur Yamagata.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sakuranbo (buah ceri) dari Yamagata Tohoku utara Jepang Kamis (17/6/2021) pagi dibawa ke ruangan kursi penumpang. Digotong oleh petugas stasiun kereta Japan Railways (JR). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Untuk pertama kalinya Shinkansen Jepang membawa kiriman petani Sakuranbo (buah ceri) ke dalam ke gerbong penumpang. Buah ceri itu diletakkan di bawah kursi penumpang masing-masing, Kamis (17/6/2021) pagi untuk dikirimkan ke Ueno Tokyo dari Yamagata.

Pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan Jepang merugi, termasuk Japan Railways (JR) East yang mengalami kerugian 577,9 miliar yen tahun lalu dan menargetkan surplus tahun 2021 ini.

Buah ceri Sato Nishiki yang terkenal dari Yamagata dibawa ke Stasiun Ueno Tokyo (70 kilometer) dengan Yamagata Shinkansen dalam upaya untuk menjual "ceri" segar dari Prefektur Yamagata.

Sebelum jam 9 pagi pada tanggal 17 Juni sekitar 70 kg "ceri" yang dipanen di Kota Sagae dan Kota Tendo dibawa ke peron Shinkansen di Stasiun JR Yamagata.

Dimasukkan ke dalam kereta Shinkansen satu demi satu oleh staf stasiun untuk membawanya ke Tokyo dengan tetap menjaga kesegarannya.

Sakuranbo (buah ceri) dari Yamagata Tohoku utara Jepang Kamis (17/6/2021) pagi dibawa ke ruangan kursi penumpang. Digotong oleh petugas stasiun kereta Japan Railways (JR).
Sakuranbo (buah ceri) dari Yamagata Tohoku utara Jepang Kamis (17/6/2021) pagi dibawa ke ruangan kursi penumpang. Digotong oleh petugas stasiun kereta Japan Railways (JR). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Buah Ceri akan dijual di pasar langsung, yang merupakan kumpulan produk khusus prefektur, yang akan diadakan di Stasiun Ueno di Tokyo mulai Kamis ini sebagai bagian dari kampanye destinasi Tohoku.

Karena pasar langsung ini, "Asparagus" dan "Jamur" juga diangkut dengan Shinkansen dari Stasiun Shinjo.

"Tujuan kali ini adalah untuk mengantarkan ceri ke wilayah metropolitan Tokyo lebih awal. Saya ingin Anda merasakan manisnya buah ceri saat Anda memasukkannya ke dalam mulut Anda," ungkap Hidenori Kikuchi dari JR East Sendai.

Baca juga: 3 Kincir Air Berusia 230 Tahun Berputar Kembali di Kota Asakura Fukuoka Jepang

"Ceri" yang diangkut Shinkansen tersebut mulai dijual di stasiun Ueno mulai jam 13.00 waktu Jepang.

Diperkirakan akan cepat habis terjual karena produsen ceri tersebut cukup terkenal di Jepang. Perusahaan Sato Nishiki berdiri sejak 5 Oktober 2015.

Sementara itu beasiswa dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved