Breaking News:

Israel Serang Jalur Gaza

Israel Tuding Pimpinan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Bohong soal Serangan Gaza, Ini Kata Pengamat

Israel menuding pimpinan Indonesia, Malaysia, dan Brunei berbohong soal serangan di Gaza, pengamat beberkan analisisnya.

MOHAMMED ABED / AFP
Seorang pria mengibarkan bendera Palestina ketika yang lain mengibarkan tanda V untuk kemenangan saat mereka merayakan gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir antara Israel dan dua kelompok bersenjata utama Palestina di Gaza pada 20 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik Timur Tengah, Faizal Assegaf, mengungkapkan analisisnya soal Israel yang menuding pimpinan tiga negara Islam di Asia Tenggara berbohong, terkait penyerangan Israel ke Palestina.

Israel merasa pihaknya tidak menyerang Palestina, melainkan menyerang Hamas.

Untuk itu, Israel menganggap tiga negara islam seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam mengabaikan fakta tersebut.

Sementara, tudingan itu dilontarkan oleh Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni, pada Kamis (17/6/2021) lalu.

Faizal menilai, ini pertama kalinya bagi Israel mengeluarkan pernyataan yang agresif seperti itu.

Pengamat politik Timur Tengah, Faizal Assegaf
Pengamat politik Timur Tengah, Faizal Assegaf mengungkapkan analisisnya terkait tudingan Israel soal kebohongan pimpinan tiga negara Islam di Asia Tenggara terkait penyerangan Israel ke Palestina.

Baca juga: MUI: Tidak Ada Manfaat Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel, Suka Berkhianat

"Ini pertama kalinya perwakilan dari pemerintah Israel mengeluarkan pernyataan yang agresif dan menyerang."

"Biasanya mereka melakukan pendekatan yang lunak melalui diplomasi seperti berusaha mengenalkan negaranya," kata Faizal, dikutip dari tayangan YouTube tvOne, Minggu (20/6/2021).

Faizal merasa heran dengan pernyataan dari Israel tersebut.

Pasalnya, Hamas adalah kelompok pejuang di Palestina yang mempresentasikan negaranya.

"Harus diingat, karena Hamas kelompok pejuang di Palestina, otomatis mempresentasikan Palestina," katanya.

Anak-anak Palestina bersepeda melewati konvoi buldoser yang disediakan oleh Mesir tiba di sisi Palestina dari perbatasan Rafah yang melintasi antara Mesir dan kantong Jalur Gaza Palestina pada 4 Juni 2021. Mesir mengirim konvoi bantuan ke tetangga Gaza dengan penggali, truk, dan derek ke
Anak-anak Palestina bersepeda melewati konvoi buldoser yang disediakan oleh Mesir tiba di sisi Palestina dari perbatasan Rafah yang melintasi antara Mesir dan kantong Jalur Gaza Palestina pada 4 Juni 2021. Mesir mengirim konvoi bantuan ke tetangga Gaza dengan penggali, truk, dan derek ke "mempersiapkan tanah untuk rekonstruksi" kantong Palestina menyusul gencatan senjata antara penguasa Islam Hamas dan Israel yang mengakhiri 11 hari pertempuran mematikan. Penyeberangan Rafah yang dijaga ketat di Mesir adalah satu-satunya jalur Jalur Gaza ke dunia luar yang tidak dikendalikan oleh Israel. Sisi telah menjanjikan $500 juta untuk membantu upaya rekonstruksi di Gaza yang berpenduduk padat, rumah bagi sekitar dua juta orang. (SAID KHATIB / AFP)

Baca juga: Israel Kirim Serangan Udara Balasan setelah Balon Pembakar dari Palestina Sebabkan 20 Kebakaran

Halaman
1234
Penulis: Inza Maliana
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved