Breaking News:

Krisis Myanmar

Pemimpin Junta Militer Myanmar Kunjungi Rusia Hadiri Konferensi Keamanan 

Pemimpin junta militer Myanmar tiba di Moskow pada Minggu (20/6/2021) waktu setempat, untuk menghadiri konferensi keamanan.

Handout / AFPTV / Myawaddy TV / AFP
Screengrab ini disediakan melalui AFPTV dan diambil dari siaran oleh Myawaddy TV di Myanmar pada 27 Maret 2021 menunjukkan kepala angkatan bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing menghadiri parade tahunan yang diadakan oleh militer untuk memperingati Hari Angkatan Bersenjata di ibu kota Naypyidaw. 

Kunjungan Min Aung Hlaing datang setelah Majelis Umum PBB mengambil langkah langka pada hari Jumat menyerukan negara-negara anggota untuk "mencegah aliran senjata" ke Myanmar.

Tetapi Rusia abstain dari pemungutan suara tersebut.

Baca juga: Di Tengah Ketegangan dengan Rusia, Ukraina Terima Paket Bantuan Militer dari AS

Resolusi itu menyerukan embargo senjata global - juga menuntut agar junta militer "segera menghentikan semua kekerasan terhadap demonstran."

Itu disetujui oleh 119 negara, dengan 36 negara abstain termasuk China, sekutu utama Myanmar. Hanya satu negara, Belarus, yang memilih menentangnya.

Min Aung Hlaing menghadiri pembicaraan krisis dengan para pemimpin blok Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang berjumlah 10 negara di Jakarta pada bulan April - perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak ia merebut kekuasaan.

Pertemuan itu menghasilkan pernyataan "lima konsensus " yang menyerukan "penghentian segera kekerasan" dan kunjungan ke Myanmar oleh utusan khusus regional.

Tetapi kemdudian jenderal mengatakan dalam wawancara televisi bahwa Myanmar belum siap untuk mengadopsi rencana itu.(AFP/Channel News Asia)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved