Minggu, 26 April 2026

Akan Diekstradisi ke AS, Maestro Antivirus John McAfee Malah Tewas di Penjara

Pernyataan tersebut disampaikan pejabat Departemen Kehakiman di Catalonia, Spanyol.

The Quint
Mendiang John McAfee. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BARCELONA - Raja antivirus John 'McAfee' ditemukan tewas dalam sel penjaranya, beberapa jam setelah Pengadilan Tinggi Spanyol memutuskan untuk mengekstradisinya ke Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut disampaikan pejabat Departemen Kehakiman di Catalonia, Spanyol.

Pihak berwenang dan departemen tersebut telah mengindikasikan bahwa ada tanda-tanda yang menunjukkan McAfee meninggal akibat bunuh diri.

Namun penyelidikan atas insiden tersebut saat ini masih berlangsung.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (24/6/2021), McAfee telah ditahan di Pusat Penjara Brians 2 di Barcelona Spanyol sejak akhir 2020, saat ia menunggu putusan hakim dalam kasus ekstradisinya.

Media Spanyol El Mundo melaporkan bahwa sang maestro antivirus itu telah ditahan di sayap modul 1 fasilitas tersebut.

Baca juga: Pelopor Perangkat Lunak Antivirus John McAfee Ditemukan Meninggal di Sel Penjara

Kebetulan, McAfee sebelumnya telah menuliskan cuitan dalam akun Twitternya pada November 2019 dan Oktober 2020, beberapa hari setelah penangkapannya, bahwa 'jika ia mati karena bunuh diri, itu tidak dilakukan oleh tangannya sendiri'.

Pendiri perangkat lunak (software) antivirus berusia 75 tahun itu awalnya ditahan oleh aparat penegak hukum Spanyol pada Oktober 2020 saat berada di bandara Barcelona.

Kemudian pada awal bulan ini, McAfee bersaksi di pengadilan bahwa tuduhan terkait pajak yang diajukan di AS bermotif politik.

Ia mengatakan, jika diekstradisi kembali ke AS, pasti dirinya akan tetap berada di balik jeruji besi selama sisa hidupnya.

Sementara itu Jaksa Spanyol Carlos Bautista yang terlibat dalam prosedur ekstradisi, berargumen bahwa McAfee hanya berusaha menghindari keharusan membayar pajak atas penghasilan yang diperolehnya selama ini.

Bautista mengatakan bahwa McAfee adalah 'jutawan pengemplang pajak' karena tidak mau membayarkan pajak penghasilannya.

Sebuah dakwaan yang diajukan oleh jaksa di Tennessee, AS dan kemudian dirilis secara publik oleh Departemen Kehakiman (DoJ) AS pada Oktober 2020 menuduh bahwa McAfee berusaha 'menghindari' Layanan Pendapatan Internal AS dengan 'menyembunyikan' aset, seperti properti real estate dan kapal pesiar.

Ia diduga menempatkan asetnya itu atas nama 'orang lain', pelanggaran tersebut dilaporkan terjadi antara 2014 hingga 2018.

Selain itu, perlu dicatat bahwa rilis DoJ muncul setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS mengajukan tuntutan mereka sendiri terhadap McAfee menggunakan 'ketenarannya' demi mendorong cryptocurrency tanpa mengungkapkan bahwa bos antivirus ini adalah promotor berbayar dari produk tersebut.

Ia diduga telah mendapatkan lebih dari 23,1 juta dolar AS dalam pendapatan yang tidak diungkapkan.

Pengadilan Spanyol akhirnya memilih untuk menyetujui ekstradisi McAfee pada hari Rabu kemarin berdasarkan tuduhan yang berasal dari pengembalian pajak tahun 2016, 2017 dan 2018.

Petualangan, Pembunuhan dan Pengasingan yang Dibuat Sendiri

Setelah menjadi tokoh teknologi terkemuka dan menghasilkan jutaan dolar AS melalui startup perangkat lunak keamanannya McAfee Associates, McAfee kemudian memproklamirkan diri sebagai 'pecinta petualangan, perempuan dan misteri' dengan berbagai penangkapan yang terjadi di seluruh dunia.

Salah satu peristiwa aneh yang melibatkan McAfee terungkap pada 2012, saat ia menjadi tersangka utama dalam penyelidikan kasus pembunuhan di Belize.

Meskipun McAfee tidak pernah didakwa dengan kejahatan pada saat itu, penyelidik percaya bahwa ia mungkin telah membunuh tetangganya di negara Amerika Tengah tersebut setelah mereka terlibat perselisihan tentang anjing penjaga McAfee.

Pada hari-hari setelah kematian tetangganya, McAfee melarikan diri dari Belize karena dirinya merasa yakin bahwa pihak berwenang setempat akan menyiksa dan membunuhnya jika berhasil menempatkan sang maestro ini dalam tahanan mereka.

Klaim itu kemudian dibantah oleh mantan Perdana Menteri Belize Dean Barrow yang menganggap McAfee 'gila'.

McAfee memang tidak memiliki masalah hukum dengan hobinya terkait eksploitasi seksual dan ketidaksukaannya atas program antivirus yang ia buat.

Namun akhirnya ia menemukan jalan kembali untuk menjadi pusat perhatian baru-baru ini, setelah melontarkan celotehan tentang penolakannya untuk membayar pajak.

Ia bahkan menantang lembaga pajak Internal Revenue Service (IRS) di AS untuk mencari dan menemukannya sebagai gantinya.

Saat jaksa di Tennessee menangani kasus mereka dalam melawan McAfee, ia memilih untuk tinggal di pengasingan bersama istrinya, Janice, di kapal pesiar mereka.

Namun, tidak semua hal berjalan mulus sesuai keinginannya, karena ia akhirnya ditahan di Republik Dominika karena membawa senjata gaya militer, meskipun dirinya kemudian dikirim ke Inggris.

Pada 2020, McAfee akhirnya berada dalam tahanan pihak berwenang Spanyol.

Perlu diketahui, Pengadilan Nasional Spanyol telah memutuskan untuk mendukung ekstradisi John McAfee ke AS atas tuntutan pidana terkait pajak yang diajukan oleh jaksa di Tennessee, namun laki-laki itu akhirnya tewas di dalam penjara sebelum ekstradisi dilakukan.

Sumber yang mengetahui perkembangan tersebut mengatakan kepada media lokal El Periodico bahwa McAfee telah melakukan bunuh diri, dan staf penjara berusaha menyadarkannya namun upaya itu tidak berhasil.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved