India Laporkan Temuan Varian Baru Covid-19 Delta Plus

Meskipun infeksi baru di India telah turun ke tingkat terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir, para ahli mengatakan vaksinasi harus ditingkatkan

Editor: Eko Sutriyanto
Shutterstock
Ilustrasi vaksinasi. Bagi diabetesi, kadar gula darah harus normal agar lolos syarat vaksinasi. berikut ini merupakan tips menjaga gula darah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, INDIA — India  menyatakan varian baru virus corona menjadi perhatian, setelah hampir dua lusin kasus terdeteksi di tiga negara bagian.

Varian tersebut, diidentifikasi secara lokal sebagai "Delta plus," ditemukan dalam 16 kasus di negara bagian Maharashtra.

Hal itu dilaporkan Sekretaris Kesehatan Federal Rajesh Bhushan dalam konferensi pers, seperi dilansir Reuters dan Channel News Asia, Rabu (23/6/2021).

Kementerian mengatakan “Delta plus” menunjukkan peningkatan tingkat penularan dan menyarankan negara-negara bagian untuk meningkatkan pengujian.

Baca juga: Vaksin COVID-19 Berdasarkan Penelitian Masih Efektif Lawan Varian Virus, Khususnya Alfa dan Delta

Selain itu dilaporkan pada hari Senin, India telah memvaksinasi 8,6 juta orang karena mulai menyuntikkannya kepada semua orang dewasa, tetapi para ahli meragukannya dapat dipertahankan kecepatan itu di masa mendatang.

Dengan proyeksi pasokan vaksin saat ini untuk beberapa bulan ke depan, tingkat maksimum yang dapat dicapai setiap hari adalah 4 hingga 5 juta dosis vaksin.

Upaya ini sejauh ini mencakup sekitar 5,5 persen dari 950 juta orang yang memenuhi syarat, meskipun India adalah produsen vaksin terbesar di dunia.

Sejak Mei, vaksinasi rata-rata kurang dari 3 juta dosis sehari.

Baca juga: Dinkes Tangsel Nilai RS Premier Bintaro Penuhi Syarat Jadi Penyedia Layanan Vaksinasi Gotong Royong

India telah memberikan vaksin AstraZeneca, yang dibuat secara lokal oleh Serum Institute of India, dan vaksin buatan lokal bernama Covaxin yang dibuat oleh Bharat Biotech.

Pekan lalu, Serum Institute telah mengatakan berencana untuk meningkatkan produksi bulanan menjadi sekitar 100 juta dosis dari Juli mendatang. Bharat sekarang memperkirakan akan membuat 23 juta dosis dalam sebulan.

Pada hari Selasa, saluran televisi CNBC-TV18 melaporkan bahwa data fase-3 untuk Covaxin menunjukkan kemanjuran 77,8 persen. 

India mungkin juga segera memiliki vaksin Sputnik V Rusia, dan pemerintah mengharapkan akan mengimpor vaksin Pfizer pada tahun ini.

Meskipun infeksi baru di India telah turun ke tingkat terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir, para ahli mengatakan vaksinasi harus ditingkatkan karena ditemukan varian baru.

India melaporkan pada Rabu (23/6/2021), sebanyak 50.848 kasus baru infeksi Covid-19 selama 24 jam terakhir, data kementerian kesehatan menunjukkan.

Total kasus positif di  negara ini sekarang mencapai 30,03 juta.

 India juga mencatat 1.358 orang meninggal dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah korban tewas menjadi 390.660 jiwa.(Reuters/Channel News Asia)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved