Breaking News:

Pimpinan Federasi TK Swasta di Jepang Diduga Terlibat Kasus Penggelapan Uang 650 Juta Yen

FPTA melakukan survei retroaktif dengan akuntan, dan menemukan bahwa dana puluhan juta yen ditarik secara ilegal setiap tahun sejak 2016.

Foto NHK
Kei Kagawa (69), Ketua federasi taman kanak-kanak swasta Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Lebih dari 650 juta yen ditemukan di Federasi Taman Kanak-kanak Swasta Jepang (FTKJ) dan federasi PTA organisasi terkait (FPTA).

Uang tersebut diduga diselewengkan oleh Ketua Federasi Taman kanak-kanak swasta Jepang, Kei Kagawa dan sekjen federasi tersebut.

FTKJ memiliki sekitar 7.500 taman kanak-kanak swasta di Jepang.

Tahun 2020, ditemukan bahwa 41 juta yen digunakan oleh "Asosiasi PTA TK Swasta Seluruh Jepang", yang merupakan organisasi terkait yang berfungsi sebagai Ketua.

Penggunaan uang tersebut tidak diketahui sumbernya.

Menurut orang-orang yang bersangkutan, ketika FTKJ menyelidiki lebih lanjut, ditemukan bahwa sekitar 100 juta yen baru dialihkan tahun lalu, dan jumlah total uang yang tidak diketahui sumbernya selama empat tahun hingga tahun lalu lebih dari 500 juta yen.

Selain itu, FPTA juga melakukan survei retroaktif dengan akuntan, dan menemukan bahwa dana puluhan juta yen ditarik secara ilegal setiap tahun sejak 2016.

Dan sekitar 150 juta yen dalam lima tahun hingga tahun lalu.

Baru ditemukan bahwa penggunaan jutaan yen tersebut tidak diketahui peruntukannya.

Baca juga: Kasus Pemalsuan Dokumen Kementerian Keuangan Jepang Bakal Diperiksa Ulang Pihak Ketiga

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved