Breaking News:

Olimpiade Tokyo

Aturan Belanja di Konbini dalam Playbook Famili Olimpiade Jepang Dipermasalahkan

Playbook Famili yang mendefinisikan aturan perilaku bagi anggota IOC yang datang ke Jepang untuk Olimpiade dan Paralimpiade dipermasalahkan di Jepang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Playbook Famili edisi ketiga yang mendefinisikan aturan perilaku bagi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang datang ke Jepang untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, khususnya halaman 36 jadi masalah di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Playbook Famili yang mendefinisikan aturan perilaku bagi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang datang ke Jepang untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, khususnya halaman 30 kini dipermasalahkan di Jepang.

Dalam Playbook Family disebutkan makan di restoran dengan kamar pribadi bahkan dalam 14 hari setelah memasuki Jepang.

Kemudian ditunjukkan oleh Markas Besar Penanggulangan Corona Partai Demokrat Konstitusional, Takeshi Saiki yang menyerukan peninjauan, percaya bahwa "perlakuan khusus Olimpiade" dapat menyebarkan infeksi virus corona.

IOC dan Komite Penyelenggara Pertandingan merilis buku pedoman edisi ketiga pada tanggal 15 Juni.

Notasinya dalam bahasa Inggris, dan dinyatakan bahwa "keluarga Olimpiade" seperti anggota IOC dan keluarga, akan menggunakan layanan kamar hotel dan ruang makan yang disiapkan sebanyak mungkin.

Namun, jika tidak tersedia makanan tersebut, dapat membeli makanan di konbini atau minimarket atau makan di restoran lalu dibawa pulang sebagai tindakan pengendalian infeksi virus corona.

Untuk transportasi menggunakan mobil panitia.

Baca juga: Kaisar Jepang Tak Pernah Menyatakan Kekhawatiran terhadap Penyelenggaraan Olimpiade

Perdana Menteri Yoshihide Suga menekankan sebagai tindakan melawan infeksi virus corona di Olimpiade.

"Berusaha sekuat mungkin untuk mencegah masyarakat umum berinteraksi dengan atlet dan pejabat turnamen," kata Yoshihide Suga.

"Untuk menghindari kontak dengan masyarakat umum Jepang, kami akan memisahkan jalur aliran secara menyeluruh sehingga tak ada kontak sama sekali," tambahnya, Jumat (25/6/2021).

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved