Breaking News:

Saldo Aset Keuangan Rumah Tangga Jepang Meningkat 7,1 Persen Menjadi 1.946 Triliun Yen

Harga saham meningkat 32,1 persen menjadi 195 triliun yen, dan kepercayaan investasi (investment trust) meningkat 33,9 persen menjadi 84 triliun yen.

Foto Richard Susilo
Papan nama bank sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ) di Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Statistik sirkulasi keuangan Bank of Japan (laporan awal) melaporkan selama periode Januari-Maret 2021, saldo aset keuangan yang dimiliki oleh rumah tangga warga Jepang meningkat sebesar 7,1 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya menjadi 1.946 triliun yen pada akhir Maret 2021 dan merupakan rekor tertinggi.

Konsumsi dibatasi oleh penyebaran infeksi virus corona, dan kenaikan harga saham mendorong aset.

Rincian aset keuangan rumah tangga adalah 1.056 triliun yen, naik 5,5 persen dalam bentuk tunai dan deposito.

Karena kenaikan harga saham, harga saham meningkat 32,1 persen menjadi 195 triliun yen, dan kepercayaan investasi (investment trust) meningkat 33,9 persen menjadi 84 triliun yen.

Baca juga: Keidanren Jepang Usul Pemerintah Pakai Paspor Vaksinasi untuk Dapatkan Diskon Makanan dan Minuman

Uang tunai dan deposito menyumbang lebih dari 50 persen aset keuangan, menyoroti kekuatan kesadaran keamanan dalam menyimpan uang daripada menginvestasikannya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved