Breaking News:

Penanganan Covid

Cegah Penyebaran Covid-19, Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Sarankan Vaksinasi Secepatnya

Yasutoshi Nishimura mengatakan antisipasi ganda perlu dilakukan segera baik vaksinasi maupun tes antigen.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang, Yasutoshi Nishimura yang juga penanggungjawab tim penanggulangan pandemi corona. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang, Yasutoshi Nishimura yang juga penanggungjawab tim penanggulangan pandemi corona mengakui Varian Delta (mutan India) covid-19 sangat berbahaya.

Antisipasi ganda perlu dilakukan segera baik vaksinasi maupun tes antigen.

"Kami sedang mempromosikan distribusi alat tes antigen. Saya ingin orang-orang yang sedikit sakit di tempat kerja untuk menggunakannya dan menggabungkan vaksin dan tes untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona," kata Menteri Yasutoshi Nishimura, Minggu (27/6/2021).

"Ini bakal panas di musim panas, tetapi saya ingin meminta ventilasi teratur dalam berbagai situasi seperti tempat kerja dan sekolah. Salah satunya bagi tempat tertutup, padat, perlu diantisipasi lebih baik. Namun, karena ada kasus di mana infeksi dikenali, saya ingin meminta Anda untuk menciptakan "kepadatan nol" dan tidak terjadi kepadatan kumpulan manusia di masa mendatang," ujarnya.

Mengingat tanda-tanda perluasan kembali infeksi virus corona baru di Tokyo, Yasutoshi Nishimura menekankan kondisi tempat tidur dalam "Debat Minggu" NHK, Minggu (27/6/2021) dan menyatakan keadaan darurat jika perlu, serta merespons secara fleksibel, termasuk mengeluarkan Deklarasi Darurat (PSBB).

Baca juga: Dokter Ahli Jepang Ungkap Bahayanya Varian Delta Covid-19

Menurut Menteri Nishimura, ada tanda-tanda perluasan kembali infeksi virus corona di Tokyo.

"Namun, kita harus mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih kuat, termasuk penangguhan penyediaan minuman beralkohol," ujarnya.

Mengenai situasi nasional, Yasutoshi Nishimura mengatakan jika jumlah orang dengan penyakit sedang atau ringan meningkat, terutama di kalangan anak muda, bebannya akan meningkat terutama di rumah sakit kecil dan menengah.

"Jika perlu, kita harus mempertimbangkan penguatan dan mengeluarkan keadaan darurat di bidang tindakan prioritas seperti pencegahan penyebaran, tanpa ragu-ragu," kata dia.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved