Breaking News:

Dimulai Festival Musim Panas di Fukuoka Jepang Pertama Kali Sejak Pandemi Muncul 2 Tahun Lalu

Festival musim panas  "Hakata Gion Yamakasa" dimulai pada tanggal 1 Juli 2021, pertama kali dilakukan kembali setelah pandemi muncul dua tahun lalu.

Foto Nishi Nippon
Peserta festival berdoa untuk keselamatan festival pada ritual Shinto Yamakasa ke-14 yang dibuat Asosiasi Pertokoan Stasiun Hakata Fukuoka siang ini (1/7/2021) jam 11:20 di Hakata-ku Fukuoka. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Festival musim panas  "Hakata Gion Yamakasa" dimulai pada tanggal 1 Juli 2021, pertama kali dilakukan kembali setelah pandemi muncul dua tahun lalu.

Gunung-gunungan hias yang didirikan di 12 lokasi di Kota Fukuoka dibuka untuk umum sekaligus, dan ritual Shinto "Goshinire" diadakan untuk mengundang para dewa ke Yamakasa.

Dengan penyebaran infeksi virus corona baru, Gunung Katsuki, tempat para pria yang mengenakan mantel tradisional Jepang berlari, dihentikan setelah tahun lalu. Tetapi kini dengan ornamenny ayang menggunung tinggi meriah itu dimulai kembali.

Pada Asosiasi Pertokoan Stasiun Yamakasa / Hakata ke-14  yang muncul di depan Stasiun JR Hakata, para pria yang mengenakan mantel tradisional Jepang menghadiri dan berdoa cara Shinto untuk keselamatan festival.

Seiichi Kokushi, yang dikatakan sebagai asal Yamakasa, berdoa untuk pencegahan wabah. Senyum para penonton yang mengambil foto kenang-kenangan menyebar di depan   Gunung-gunungan dekorasi akan dibuka hingga malam tanggal 14 Juli 2021.

Hakata Gion Yamakasa adalah festival Jepang yang dirayakan dari tanggal 1 hingga 15 Juli di Hakata, Fukuoka. Perayaan ini berpusat di Kushida Jinja.

Festival ini terkenal dengan Kakiyama, yang beratnya sekitar satu ton dan dibawa keliling kota sebagai aksi balap pelampung.

Festival ini diyakini berusia lebih dari 770 tahun dan menarik hingga satu juta penonton setiap tahun.

Festival ini  ditetapkan sebagai Properti Budaya Rakyat Takbenda (intangible ) yang penting di Jepang pada tahun 1979.

Suara Yamakasa juga telah dipilih oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu dari 100 Soundscapes Jepang.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved