Breaking News:

Ditegur Kementerian Transportasi Jepang, Pengelola Yamanote Line Tokyo Antisipasi Listrik Padam

Penumpang terjebak di dalam kereta, dan baru 45 menit kemudian ke luar kereta, berjalan menuju stasiun terdekat di rel kereta api.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kereta api otomatis Yamanote Line sedang uji coba 7 Januari 2019. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bulan Juni lalu, banyak jalur di wilayah Tokyo Raya, seperti Jalur Yamanote, kereta api tidak dapat beroperasi karena pemadaman listrik selama 3 jam.

Akibatnya penumpang terjebak di dalam kereta, dan baru 45 menit kemudian ke luar kereta, berjalan menuju stasiun terdekat di rel kereta api.

"Akibat menahan penumpang sampai 45 menit itu kami kena tegur keras Kementerian Transportasi dan kini sedang memperbaiki membuat panduan khusus antisipasi listrik padam agar kejadian kemarin tak terulang lagi," papar sumber Tribunnews.com, Selasa (6/7/2021).

JR (Japan Railways) pengelola Yamanote Line memiliki kebijakan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang meskipun terjadi masalah sehingga mereka dapat merespon secara paralel dengan pemulihan yang baik dengan panduan baru yang sedang dibuat.

Tanggal 20 Juni 2021 dalam masalah enam jalur di wilayah metropolitan seperti jalur Yamanote tidak dapat beroperasi lebih dari 4 jam karena pemadaman listrik.

Baca juga: Gangguan Transmisi Listrik, Perjalanan Kereta Api di Jalur Yamanote Jepang Terhenti 4 Jam

Butuh waktu hingga 3 jam untuk semua penumpang yang terjebak di dalam kereta dapat bergerak kembali.

Setelah skeitar 45 menit penumpang akhirnya mengungsi ke stasiun terdekat, JR East Japan memverifikasi respon saat itu.

"Akibatnya, selama pekerjaan pemulihan pemadaman listrik, kami tidak bersiap untuk menanggapi penumpang jika listrik padam tidak dapat dipulihkan lebih awal, dan selama 45 menit setelah masalah terjadi, kami akhirnya menurunkan penumpang," ungkapnya.

Pihak JR mulai mempersiapkan panduan evakuasi setelah diinstruksikan, butuh 40 menit bagi penumpang untuk benar-benar mulai turun dari kendaraan.

JR East akan mulai mempersiapkan panduan evakuasi secara paralel dengan pekerjaan restorasi dan mempersingkat keputusan untuk menurunkan penumpang, dengan mengatakan bahwa respons seperti itu adalah faktor utama yang membuat penumpang tetap berada di dalam kereta untuk waktu yang lama.

Kereta api JR East, Yamanote Line dan Keihin Tohoku Line (kanan).
Kereta api JR East, Yamanote Line dan Keihin Tohoku Line (kanan). (Foto Norimono News)

"Kami akan merangkum langkah-langkah perbaikan seperti ini dan segera laporkan ke Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata," ujarnya.

Kereta api berhenti karena ada kerusakan di gardu pemasok listrik sekitar Ebisu-Meguro di jalur Yamanote Line bulan lalu mengakibatkan listrik padam dan kereta api terganggu selama kira-kira 3-4 jam.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved