Breaking News:

Sony dan Nintendo Diakui Menkeu Pemberi Masukan Pajak Besar Bagi Pemerintah Jepang

Menteri Keuangan Taro Aso mengakui perekonomian belum memburuk menyusul rekor tertinggi penerimaan pajak nasional pada tahun 2020.

Richard Susilo
PlayStation Sony dan Nintendo yang menghasilkan banyak sekali keuntungan dan sumbangan pajak bagi pemerintah Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Menteri Keuangan Taro Aso mengakui perekonomian belum memburuk menyusul rekor tertinggi penerimaan pajak nasional pada tahun 2020.

Dua penyumbang pajak terbesar perusahaan Jepang adalah Sony dengan PlayStation ny adan Nintendo dengan Marionya.

" Coba lihat Sony Group dan Nintendo. Saya mengakui bahwa perusahaan yang mengembangkan bisnisnya sukses saat ini karena permintaan untuk menahan diri di rumah dan faktor lainnya menyebabkan peningkatan pendapatan pajak cukup besar dari mereka," papar Menteri Aso kemarin saat mengumumkan penerimaan pajak Jepang lebih dari 60 triliun yen.

Menurut Menteri Keuangan Aso, "Penerimaan pajak nasional saat ini adalah 60,8 triliun yen, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, tetapi saya tidak yakin apa yang akan terjadi di masa depan. Biar bagaimanapun juga itu bukan arah yang buruk bagi perekonomian."

Penerimaan pajak nasional pada tahun 2020 mencapai rekor tertinggi sebesar 60 triliun 821,6 miliar yen, meskipun terkena dampak virus corona baru.

Menteri Aso menambahkan, “Lebih buruk karena saya hanya mendengarkan cerita tentang transportasi, penerbangan, akomodasi, dan makan dan minum. Saya akui hal tersebut," tekannya lagi.

Aso juga berharap munculnya perusahaan-perusahaan seperti Sony dan Nintendo lebih banyak lagi di masa mendatang di Jepang.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved