Breaking News:

Apa Yang Terjadi Kalau PSBB ke-4 Jepang Diberlakukan Minggu Depan?

Deklarasi Darurat ke-4 (PSBB) diberlakukan mulai 12 Juli sampai dengan 22 Agustus 2021. Apa yang terjadi di Jepang dengan pemberlakuan kembali PSBB

Richard Susilo
Toserba (department store) terbesar Mitsukoshi di Ginza Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Deklarasi Darurat ke-4 (PSBB) diberlakukan mulai 12 Juli sampai dengan 22 Agustus 2021. Apa yang terjadi di Jepang dengan pemberlakuan kembali PSBB khususnya di Tokyo nantinya?

Dengan PSBB di deklarasikan kembali, paktis UU Darurat diberlakukan kembali dan kuasa Gubernur sangat besar, bisa menghukum orang serta mendendanya seperti belum lama ini mengadili dan mendenda 4 restoran di Tokyo masing-masing denda 250.000 yen karena melanggar UU Darurat saat PSBB di masa lalu.

Di daerah dengan keadaan darurat, gubernur mengeluarkan permintaan atau perintah liburan ke restoran yang menyajikan minuman beralkohol serta  fasilitas komersial besar seperti departement store akan diminta libur atau sangat dibatasi jam bukanya hanya sampai dengan jam 20:00 waktu Jepang saja.

Pada prinsipnya, bahkan di daerah di mana tindakan pencegahan penyebaran dilakukan, pasokan minuman beralkohol dapat "dihentikan" dan atau  dikurangi atas kebijakan gubernur.

Perdana Menteri Yoshihide Suga telah memutuskan PSBB tersebut sore ini (8/7/2021) setelah mengadakan pertemuan tingkat menteri tentang penanggulangan virus corona baru di Kantor Perdana Menteri serta rapat dengan subkomite tentang langkah-langkah kebijakan dasar oleh para ahli untuk membahas usulan pemerintah.

Baca juga: Deklarasi Darurat ke-4 Tokyo Jepang Dimulai Minggu Depan

Perdana menteri menjelaskan kepada wartawan di kediaman resmi sore ini, "Jumlah orang yang terinfeksi meningkat di Tokyo, jadi saya ingin mengambil semua tindakan yang mungkin. Sedangkan di daerah pedesaan, (jumlah orang yang terinfeksi) cenderung berhenti menurun secara keseluruhan," katanya.

Mengenai penonton Olimpiade, perdana menteri mengatakan, "Setelah memutuskan apa yang harus dilakukan dengan langkah-langkah untuk mencegah proliferasi, kami akan memutuskan melalui diskusi antara pemerintah dan Komite Penyelenggara Olimpiade." 

Perdana Menteri telah mengatakan bahwa "keselamatan dan keamanan rakyat adalah yang terpenting" ketika dideklarasikan selama Olimpiade.

"Sebenarnya sulit untuk meninggalkan penonton di Tokyo dan dengan munculnya PSBB ini penonton pun akan ditiadakan. Kecuali Undangan Sponsor Pers Atlit Officials dan Volunteers saat pembukaan Olimpiade dilakukan," papar sumber Tribunnews.com Kamis (8/7/2021).

Deklarasi (PSBB) ketiga dibuat di Tokyo pada 25 April, dan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran infeksi dimulai pada 21 Juni setelah berakhirnya PSBB,  karena membaiknya situasi infeksi dan sistem medis.

Pemerintah ingin mengekang arus orang di Tokyo ke luar atau sebaliknya, dan mencegah penyebaran infeksi ke prefektur tetangga dengan menetapkan periode PSBB ke-4 mulai 12 Juli  hingga 22 Agustus, termasuk liburan Olimpiade dan liburan Obon (nyekar ke pemakaman).

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved