Breaking News:

Sebuah Buku Ungkap Jenderal Top AS Ketakutan Trump Berencana Lakukan Kudeta

Sebuah buku yang akan segera dirilis menyebut hari-hari berakhirnya masa jabatan Donald Trump bagaikan rollercoaster bagi perwira tinggi militer AS.

OLIVIER DOULIERY / AFP
Dalam file foto ini Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal Mark Milley (kiri) mengobrol dengan mantan Presiden AS Donald Trump setelah ia menyampaikan pidato kenegaraan di US Capitol di Washington, DC, pada 4 Februari, 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah buku yang akan segera dirilis menyebut, hari-hari berakhirnya masa jabatan Donald Trump bagaikan rollercoaster bagi perwira tinggi militer Amerika Serikat.

Disebut demikian lantaran Trump dan sekutunya masih berusaha tetap berkuasa meski kalah dalam pemilihan 2020 dari Joe Biden.

Melansir Al Jazeera, Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley menggambarkan perasaannya saat itu ketika menyaksikan Trump tanpa henti mengklaim memenangkan Pilpres 2020.

Milley membandingkan tindakan Trump dengan naiknya Adolf Hitler ke tampuk kekuasaan di Nazi Jerman.

Baca juga: Beda Pandangan Politik, Duo Petinggi Facebook Dikabarkan Ribut Gegara Mantan Presiden AS Trump

Baca juga: Ingin Pulihkan Akun, Donald Trump Layangkan Gugatan ke Facebook, Twitter, dan Google

Buku "I Alone Can Fix It: Donald J Trump's Catastrophic Final Year" oleh Carol Leonnig dan Philip Rucker didasarkan pada wawancara dengan lebih dari 140 orang, termasuk pejabat senior administrasi Trump, menurut Washington Post.

"Ini adalah momen Reichstag," kata Milley kepada para pembantu utamanya, menurut buku yang ditulis oleh dua wartawan Washington Post tersebut.

Diketahui, paada 1933, gedung parlemen Jerman Reichstag terbakar sehingga memberikan alasan kepada Hitler untuk mengkonsolidasikan kediktatorannya.

Baca juga: Donald Trump Gugat Twitter, Google, dan Facebook, Buntut Masalah Pemblokiran Akun

Baca juga: Donald Trump Kembali Berkampanye, Gunakan Teori Kebocoran Covid-19 dari Lab Wuhan sebagai Senjata

Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal Mark Milley
Dalam file foto ini Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal Mark Milley (kiri) mengobrol dengan mantan Presiden AS Donald Trump setelah ia menyampaikan pidato kenegaraan di US Capitol di Washington, DC, pada 4 Februari, 2020.

Para penulis menceritakan serangkaian episode yang melibatkan Jenderal Milley dan semakin khawatir setelah kekalahan Trump dalam pemilihan November.

Milley mengatakan kepada orang-orang, ia takut pada "baju cokelat di jalanan" versi Amerika setelah menghadiri pengarahan tentang "jutaan MAGA" yang direncanakan oleh Trump.

Kaus cokelat adalah agen paramiliter politik yang menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk mendukung kenaikan kekuasaan Hitler.

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved