Breaking News:

Virus Corona

China Laporkan Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Yunnan Perbatasannya dengan Myanmar

China telah melaporkan peningkatan kasus harian tertinggi virus corona (Covid-19) yang dikonfirmasi sejak Januari lalu, ini didorong oleh wabah yang

ist/CSCEC
Demonstrasi cara mencegah epidemi, penjelasan proses penanganan setelah kasus mencurigakan ditemukan yang diadakan kantor China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) perwakilan Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, YUNNAN - China telah melaporkan peningkatan kasus harian tertinggi virus corona (Covid-19) yang dikonfirmasi sejak Januari lalu, ini didorong oleh wabah yang terjadi di provinsi Yunnan.

Perlu diketahui, Yunnan merupakan provinsi China yang berbatasan dengan Myanmar, tempat di mana kasus Covid-19 mengalami lonjakan karena penyebaran varian B.1.617.2 (Delta) yang dianggap lebih cepat dan mudah menular.

Perlu diketahui, China Daratan telah mencatat 65 kasus baru yang dikonfirmasi terjadi pada 19 Juli lalu, dibandingkan dengan 31 hari sebelumnya.

Komisi Kesehatan Nasional negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa angka itu adalah yang terbesar sejak 30 Januari lalu saat ada 92 kasus baru dilaporkan.

Kasus 'infeksi impor' ini menyumbang sebagian besar kasus baru, dengan Yunnan melaporkan 41 kasus baru yang berasal dari luar negeri, yang semuanya melibatkan warga negara China yang baru saja kembali dari Myanmar.

Baca juga: Relawan Jemput Mayat dari Rumah ke Rumah, Myanmar Diprediksi Jadi Negara Penyebar Tercepat Covid-19

Dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa (20/7/2021), pertarungan kasus Covid-19 di Yunnan dimulai pada 4 Juli lalu, dan telah terkonsentrasi di Ruili dan Longchuan, dua kota kecil di perbatasan China dengan Myanmar.

Ruili yang berjuang melawan wabah keempat sejak pandemi dimulai, melaporkan tujuh kasus baru yang ditularkan secara lokal pada 19 Juli, sementara Longchuan memiliki satu kasus baru.

Ruili merupakan titik transit darat utama untuk Yunnan, yang memiliki perbatasan seluas 4.000 kilometer atau 2.485 mil dengan Laos, Myanmar dan Vietnam.

Wabah Yunnan ini menandai kelompok infeksi kedua di China yang melibatkan varian Delta yang sangat menular, setelah munculnya wabah di provinsi Guangdong selatan pada Mei dan Juni lalu.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved