Breaking News:

Satu Lagi Tim Kreatif Olimpiade Jepang Diberhentikan Karena Komentar Tak Pantas

Anggota Tim Kreatif Upacara Pembukaan dan Penutupan Olimpiade Tokyo, 22 Juli 2021, Kentara Kobayashi (48) diberhentikan sejak kemarin (21/7/2021)

Foto Tokyo Shimbun
Kentaro Kobayashi man komedian Jepang dan penulis skenario. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Anggota Tim Kreatif Upacara Pembukaan dan Penutupan Olimpiade Tokyo, 22 Juli 2021, Kentara Kobayashi (48) diberhentikan sejak kemarin (21/7/2021) oleh panitia Olimpiade karena leluconnya yang dianggap bisa menyinggung orang banyak (tidak pantas).

"Anggota Tim Kreatif Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Kobayashi Kentaro diberhentikan dari jabatannya setelah lelucon yang dia buat di masa lalu tentang sebuah peristiwa sejarah yang menyakitkan terungkap. Setelah itu, Panitia Penyelenggara Tokyo 2020 membebaskan Kobayashi dari perannya sebagai anggota Tim. Dalam waktu singkat yang tersisa sebelum Upacara Pembukaan, kami menyampaikan permintaan maaf kami yang terdalam atas segala pelanggaran dan kesedihan yang mungkin ditimbulkan oleh masalah ini kepada banyak orang yang terlibat dalam Olimpiade, serta kepada warga Jepang dan dunia," ungkap Panitia Olimpiade secara resmi Kamis (22/7/2021).

Kobayashi mantan komedian dan kini penulis skenario dalam komentarnya juga meminta maaf kepada masyarakat.

"Nama saya Kentaro Kobayashi. Saya mantan komedian, dan sekarang setelah pensiun saya berada di belakang layar dalam dunia hiburan. Tampaknya saya pernah menunjukkan bahwa ada ekspresi yang tidak pantas dalam baris Tale yang pernah saya tulis. Tentu saja, seperti yang Anda tunjukkan, dalam perangkat lunak video yang memperkenalkan penghibur muda yang dirilis pada tahun 1998, baris-baris kontes yang saya tulis berisi ekspresi yang sangat tidak bermoral. Setelah menerima indikasi Anda, saya ingat waktu itu. Saya pikir itu sekitar waktu ketika saya mencoba untuk mendapatkan perhatian orang secara dangkal karena saya tidak bisa membuat orang tertawa seperti yang saya harapkan."

Setelah itu, Kobayashi berpikir itu tidak baik baginya.

"Jadi  saya berubah pikiran dan mulai mengincar tawa yang tidak akan menyakiti orang. Seharusnya tidak menjadi pekerjaan menghibur yang membuat orang merasa tidak nyaman. Saya mengerti bahwa pilihan kata-kata bodoh saya saat itu salah, dan saya menyesalinya. Kami mohon maaf kepada pihak yang merasa tidak nyaman. Saya menyesal. Sebelumnya, Panitia telah menghubungi saya untuk memberhentikan saya sebagai  direktur pertunjukan. Terima kasih telah terlibat dalam upacara ini sejauh ini," paparnya lagi.

Kobayashi di masa lampau sempat berguyon dengan mengeluarkan kata-kata "Pembunuhan massal Yahudi" sambil bercanda. Hal itu yang belakangan diingatkan masyarakat lagi sebagai tidak pantas dan akhirnya kini dikeluyarkan dari kepanitiaan Olimpiade, dua hari sebelum upacara Pembukaan Olimpiade 23 Juli 2021.

Sebelumnya 19 Juli lalu Komposer Lagu Pembukaan, Keigo Oyamada, juga mengundurkan diri sehingga dalam 4 hari Panitia harus membuat lagi Pembukaan Olimpiade yang baru nantinya.

Kasus Oyamada karena buli (ijime) yang dilakukan di masa lalunya sangat keterlaluan, antara lain memaksakan korban seorang cacat Jepang untuk memakan kotoran manusia. Kelakuannya tak dapat dimaafkan sampai kini oleh masyarakat Jepang.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved