Breaking News:

Berita Viral

Viral Helikopter Mendarat untuk Ambil 36 Pesanan 'Nasi Ganja', Polisi Malaysia Selidiki

Malaysia digegerkan dengan video viral helikopter yang mendarat di sebuah lapangan diduga untuk mengambil pesanan 'nasi ganja'.

mothership.sg
Malaysia digegerkan dengan video viral helikopter yang mendarat di sebuah lapangan diduga untuk mengambil pesanan 'nasi ganja'. 

TRIBUNNEWS.COM - Malaysia digegerkan dengan video viral helikopter yang mendarat di sebuah lapangan diduga untuk mengambil pesanan 'nasi ganja'.

Dilansir CNA, insiden itu terjadi pada Jumat (23/7/2021). 

Polisi Malaysia kini tengah melakukan penyelidikan terkait kejadian yang viral itu.

Kepala Kepolisian Perak, Mior Faridalathrash Wahid mengatakan pihaknya sudah menerima keterangan dari sejumlah pihak.

Diantaranya polisi setempat, pemilik warung, serta pihak perusahaan helikopter.

Mior Faridalathrash pada Selasa (27/7/2021) mengatakan bahwa helikopter hanya diizinkan melakukan perjalanan antar negara bagian untuk pemeliharaan.

Baca juga: Dokter Kontrak di Malaysia Mogok Kerja, Tuntut Gaji, Hak dan Peluang yang Sama dengan Dokter Tetap

Baca juga: Dokter Kontrak di Malaysia Protes, Minta Gaji dan Tunjangan yang Layak

Malaysia digegerkan dengan video viral helikopter yang mendarat di sebuah lapangan diduga untuk mengambil pesanan nasi ganja.
Malaysia digegerkan dengan video viral helikopter yang mendarat di sebuah lapangan diduga untuk mengambil pesanan nasi ganja. (CNA dari Bernama)

Lebih lanjut, kepala polisi ini mengatakan bahwa izin penggunaan helikopter juga tidak boleh digunakan untuk mengambil pesanan nasi ganja.

"Polisi masih menyelidiki dan temuannya akan dirujuk ke wakil jaksa penuntut umum untuk instruksi lebih lanjut segera," kata Mior Faridalathrash, menurut Bernama.

Kasus ini bermula dari video viral yang menunjukkan helikopter mendarat di Padang Ipoh.

Helikopter itu diyakini digunakan untuk mengambil pesanan 36 paket nasi ganja dari sebuah restoran populer di Ipoh.

Diduga paket nasi tersebut dikirim ke pelanggan di Kuala Lumpur.

Dilansir Mothership, pemilik restoran, Mohamed Nihmathullah Syed Mustafa mengaku tertawa saat menerima pesanan nasi yang akan diambil oleh helikopter. 

Awalnya dia mengira itu adalah penipuan.

Tapi dia kaget ketika menerima telepon yang memintanya untuk mengirim 36 paket nasi ganja ke Padang Ipoh, dan helikopter berwarna merah sudah menunggu.

Nasi kandar atau yang dijuluki nasi ganja di restoran milik Mohamed Nihmathullah satu porsinya dibanderol dengan harga RM 10 atau Rp 34 ribu.

Disebut nasi ganja, karena hidangan nasi yang ditemani beberapa lauk ini rasanya banyak membuat orang ketagihan.

Nasi ganja biasanya berisi ayam, daging, ikan, atau seafood dan telur asin.

Makanan ini kebanyakan dapat ditemui di restoran Muslim-India di negara bagian utara Semenanjung Malaysia.

Publik Malaysia mengritik insiden ini dan mempertanyakan izin penerbangan di saat pembatasan Covid-19.

Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) dalam sebuah pernyataan pada Sabtu mengatakan helikopter itu dioperasikan oleh Layanan Penerbangan Sistematik.

Baca juga: VIRAL Kisah Bocah Batal Top Up Game Online, Ingin Gunakan Uang untuk Berbagi Makanan di Masjid

Baca juga: Viral Video Bocah Ber-APD Azan di Pemakaman Sang Ibu, Kedua Orangtunya Meninggal Kena Covid-19

Nasi Kandar Original Kayu
Nasi Kandar Original Kayu (TRIBUNNEWS.COM/RINA AYU PANCARINI)

Helikopter tersebut, menurut pernyataan, meninggalkan Bandara Sultan Abdul Aziz Shah menuju Ipoh sekitar pukul 9 pagi.

Kemudian kembali pada pukul 11 pagi.

Saat ini kasus tersebut sedang diselidiki di bawah Peraturan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

Sementara itu, Free Malaysia Today melaporkan bahwa pemilik helikopter mengatakan akan menyerahkan kasus ini kepada polisi terkait penyelidikan legalitas penerbangan.

"Saya telah menunjuk pengacara saya untuk menangani masalah ini dan kami akan memberikan kerja sama penuh kami," kata Mohamed Raffe Chekku pada Senin lalu.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved