Breaking News:

Virus Corona

Virus Corona Lokal Asal Indonesia Masuk Pengawasan WHO, Diduga Bisa Timbulkan Risiko Masa Depan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan virus corona B14662 dalam daftar varian yang perlu diawasi.

Istimewa via Tribun Padang
Sejumlah pasien RSUD M Zein Kabupaten Pesisir Selatan dirawat di tenda darurat. - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan virus corona B14662 dalam daftar varian yang perlu diawasi. 

Pernah Mendominasi

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membuat mural melawan Covid-19 di Terowongan Cawang, Kelurahan Cikoko, Jakarta Selatan, Minggu (25/7/2021). Pemerintah terus berkampanye melalui pesan mural untuk mengingatkan kepada masyarakat agar saling menjaga diri dan kesehatan dari penyebaran virus Covid-19, saat ini masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membuat mural melawan Covid-19 di Terowongan Cawang, Kelurahan Cikoko, Jakarta Selatan, Minggu (25/7/2021). Pemerintah terus berkampanye melalui pesan mural untuk mengingatkan kepada masyarakat agar saling menjaga diri dan kesehatan dari penyebaran virus Covid-19, saat ini masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Varian corona B1466.2 rupanya pernah mendominasi kasus positif di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan oleh Peneliti sekaligus Ketua Tim WGS SARS-CoV-2 LIPI Sugiyono Saputra.

Bahkan dominasi varian corona asal Indonesia tersebut terjadi sebelum varian delta menyerang.

“Sebelum varian delta masuk ke Indonesia, varian lokal asal Indonesia ini pernah mendominasi kasus Covid 19 di Indonesia," ujarnya seperti dikutip dari laman LIPI, Selasa (27/7/2021).

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, WHO memeringatkan Indonesia agar varian lokal terus dimonitor, karena secara genetik varian ini dimungkinkan tingkat penularan yang tinggi di masyarakat atau berpotensi menyebabkan penurunan efektifitas vaksin dan terapi obat.

Baca juga: Sri Mulyani: Dunia Alokasikan 11 Triliun Dolar AS Demi Tangani Pandemi 

Akan tetapi sampai saat ini, bukti ilmiah terkait efek secara epidemiologi atau bukti ilmiah yang menunjukan langsung efek dari mutasi yang terjadi belum ada.

"Varian lokal saat ini kasusnya tidak banyak dan sampai saat ini varian delta lebih berbahaya dan lebih mendominasi,” jelas Sugiyono.

Ia memaparkan, sejak penelitian Covid-19 dilakukan di Indonesia, selama lebih dari satu tahun LIPI telah menemukan lebih dari 10 varian Covid 19.

Namun varian yang menjadi perhatian (variant of concern) adalah varian alfa, beta, gamma dan delta.

Adapun varian lain yang baru mendapatkan pelabelan sebagai varian of interest (VOI) dari WHO adalah varian Lambda.

"Varian gama dan lambda belum ditemukan di indonesia sesuai data dari GISAID,” imbuhnya.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati/Rina Ayu Panca Rini)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved