Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 di Jepang Makin Tinggi, Warga Diimbau Tak Pulang Kampung Saat Liburan Musim Panas

Profesor Kutsuna menunjukkan bahwa vaksin tersebut jelas efektif dan sangat baik dalam mengurangi jumlah orang yang sakit parah.

Foto NHK
Profesor Satoshi Kutsuna, yang berspesialisasi dalam penyakit menular dan baru saja tiba di Universitas Osaka bulan ini dari Pusat Nasional untuk Kesehatan dan Kedokteran Global di Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah kasus baru Covid-19 di Jepang makin tinggi. Tercatat kemarin, sebanyak 10.689 orang dinyatakan terinfeksi virus corona.

NHK berbicara langsung dengan Profesor Satoshi Kutsuna, yang berspesialisasi dalam penyakit menular dan baru saja tiba di Universitas Osaka Juli ini dari Pusat Nasional untuk Kesehatan dan Kedokteran Global di Tokyo.

"Setiap kali meningkat di Tokyo, itu akan meningkat pula infeksi di Osaka," papar Profesor Kutsuna, Kamis (29/7/2021).

Di Tokyo, jumlah orang yang terinfeksivirus corona yang diumumkan pada tanggal 29 Juli mencapai 3.865 orang, rekor tertinggi baru untuk Tokyo.

Pada hari yang sama, bahkan di Kansai, penyebaran infeksi yang cepat belum berhenti, dengan lebih dari 900 orang.

Profesor Kutsuna menunjukkan bahwa jika jumlah orang yang terinfeksi di Tokyo meningkat, itu akan meningkat di Osaka, dan ada kemungkinan bahwa itu akan meningkat lebih lanjut di berbagai tempat di masa depan.

"Jumlah orang yang terinfeksi meningkat pesat di wilayah Kanto, terutama di Tokyo, karena ada orang yang datang dan pergi antara wilayah Kanto dan wilayah Kansai, epidemi di Tokyo pasti akan meningkat di Osaka setelah itu. Hal sebaliknya, itu meningkat di Osaka dan kemudian di Tokyo."

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tokyo Jepang 3.865 Orang Per Hari, Lampu Penyeberangan di Hachiko Sempat Dimatikan

"Jika meningkat secara eksplosif di suatu tempat di Jepang, kota besar dengan banyak orang akan terpengaruh. Jumlah orang yang terinfeksi ada di Tokyo. Ini telah mencapai rekor tertinggi, dan Osaka belum mencapai puncak gelombang ke-4, tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa peningkatan akan melambat," kata dia.

Peningkatan dengan kecepatan tinggi, sebagian karena pengaruh strain Delta yang sangat menular.

"Jika berlanjut saya pikir ada peluang bagus bahwa akan membuat rekor tinggi baru pula di Osaka nantinya. Bahkan dengan vaksinasi, risiko infeksi tidak nol," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved