Breaking News:

Ibu Negara Haiti Cerita Detik-detik Suaminya Tewas Diberondong Senjata di Rumah

Ibu Negara Haiti, Martine Moise akhirnya berbicara ke publik untuk pertama kalinya setelah suaminya tewas dibunuh.

AFP/Valeria Baeriswyl
Ibu Negara Haiti, Martine Moïse menghadiri pemakaman suaminya Presiden Jovenel Moïse pada 23 Juli 2021 lalu. Sang presiden tewas di rumahnya setelah diberondong senapan oleh sejumlah orang. 

TRIBUNNEWS.COM, HAITI - Ibu Negara Haiti, Martine Moise akhirnya berbicara ke publik untuk pertama kalinya setelah suaminya tewas dibunuh.

Seperti diketahui,  Presiden Haiti, Jovenel Moise yang tewas dibunuh oleh sejumlah orang bersenjata di kediamannya 7 Juli 2021 lalu.

Martine menceritakan detik-detik penembakan suaminya itu kepada New York Times, Jumat (30/7/2021).

Sementara Martine bisa selamat meski mengalami luka yang cukup parah.

Setelah membunuh presiden mereka hanya melakukan upaya sepintas untuk melihat apakah Martine masih hidup.

Dalam file foto ini diambil pada 22 Oktober 2019 Presiden Jovenel Moise duduk di Istana Kepresidenan saat wawancara dengan AFP di Port-au-Prince, 22 Oktober 2019. Presiden Haiti Jovenel Moise dibunuh pada 7 Juli 2021, di rumahnya oleh seorang komando, Perdana Menteri sementara Claude Joseph mengumumkan. Joseph mengatakan dia sekarang bertanggung jawab atas negara.
Dalam file foto ini diambil pada 22 Oktober 2019 Presiden Jovenel Moise duduk di Istana Kepresidenan saat wawancara dengan AFP di Port-au-Prince, 22 Oktober 2019. Presiden Haiti Jovenel Moise dibunuh pada 7 Juli 2021, di rumahnya oleh seorang komando, Perdana Menteri sementara Claude Joseph mengumumkan. Joseph mengatakan dia sekarang bertanggung jawab atas negara. (Valerie Baeriswyl / AFP)

Baca juga: Kepala Tim Keamanan Presiden Haiti Ditangkap karena Diduga Terlibat Pembunuhan Moise

Mereka kemudian memutuskan pergi tanpa melihat lebih lanjut kondisi dari Martine.

“Ketika mereka pergi, mereka pikir saya telah mati,” ujarnya dikutip dari Al-Jazeera.

Ia kemudian selamat dan langsung melakukan perawatan di Amerika Serikat (AS).

Martine pun mempertanyakan apa yang terjadi pada 30 hingga 50 orang yang bisa menjaga suaminya di rumah.

Tak ada dari para penjaga tersebut yang terbunuh, atau terluka.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved