Dinilai yang Terparah selama 19 Tahun Terakhir, Kebakaran Hutan di Turki Disebut Seperti Neraka

Warga menyebut kebakaran hutan di Turki seperti neraka. Kebakaran hutan di Turki dinilai yang paling parah selama 19 tahun terakhir.

The Telegraph
Terjadi serangkaian kebakaran hutan hebat di Mediterania Turki dan wilayah Aegean selatan hingga pemukiman penduduk di Kota Manavgat pada Kamis (29/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Data satelit mengatakan, intensitas panas dari insiden kebakaran hutan di Turki pada Kamis (29/7/2021), empat kali lebih tinggi dari rekor suhu panas yang pernah terjadi sebelumnya.

Dilansir Guardian, empat orang dilaporkan tewas karena kobaran api di kawasan wisata Antalya dan Muğla. 

Sebelumnya pada Kamis lalu, dilaporkan ada 3 orang yang tewas.

Salah satu korban yakni pria berusia 82 tahun yang tinggal di Kepezbeleni Akseki.

Di sana 80% rumah penduduk terbakar, kata gubernur distrik, Volkan Hulur.

Baca juga: Kebakaran Hutan Menyebar di Turki, KBRI Kumpulkan Informasi Keberadaan WNI

Baca juga: Baru Sehari Bekerja di Turki Meninggal Dunia, Keluarga Saksikan Pemakaman Masripah Lewat Zoom

Sementara itu, ribuah wisatawan lainnya telah dievakuasi dari hotel menggunakan armada kapal.

Terjadi serangkaian kebakaran hutan hebat di Mediterania Turki dan wilayah Aegean selatan hingga pemukiman penduduk di Kota Manavgat pada Kamis (29/7/2021).
Terjadi serangkaian kebakaran hutan hebat di Mediterania Turki dan wilayah Aegean selatan hingga pemukiman penduduk di Kota Manavgat pada Kamis (29/7/2021). (The Telegraph)

Kondisi di kawasan wisata Antalya dan Muğla serta puluhan titik api lainnya memang sangat kering.

Turki sempat mencatat rekor suhu terpanas selama 60 tahun yaitu 49,1C di Kota Cizre.

Foto-foto yang beredar menunjukkan resor Laut Aegea yang populer, dikelilingi perbukitan dan lahan pertanian yang hangus terbakar.

Di Bodrum, Provinsi Muğla, 80 hektar lahan terbakar meskipun ada upaya pemadaman kebakaran di darat dan melalui udara.

Kobaran api merusak dua hotel, hingga 4.000 lebih wisatawan dan staf dievakuasi oleh penjaga pantai dan kapal penangkap ikan.

Analisis satelit oleh Layanan Pemantauan Atmosfer Copernicus UE menunjukkan, intensitas panas kebakaran di Turki pada Kamis mencapai sekitar 20 gigawatt, 4 kali lebih tinggi dari maksimum harian sebelumnya.

"Angka-angka itu di luar skala dibandingkan dengan 19 tahun terakhir," kata Mark Parrington, ilmuwan senior di Layanan Pemantauan Atmosfer Copernicus UE.

Meski kebakaran hutan biasa terjadi di Turki, penduduk yang terdampak mengaku baru melihat kebakaran sebesar itu.

"Semua yang saya miliki terbakar habis. Saya kehilangan domba dan hewan lainnya," kata seorang petani, Ibrahim Aydn kepada Daily Sabah.

Baca juga: Kebakaran Hutan Landa Turki, 3 Orang Tewas dan 58 Dirawat karena Luka Bakar

Baca juga: Reaksi Turki, Saudi, Jerman, Prancis, AS, dan PBB Tanggapi Krisis Politik di Tunisia

"Ini tidak normal. Ini seperti neraka," pungkasnya.

Ibrahim Aydn mengaku telah kehilangan semua ternaknya dan hampir terbunuh saat mencoba memadamkan api.

Menurut laporan, pemadam kebakaran di seluruh negeri berjuang melawan lebih dari 50 titik api.

Akibatnya, puluhan petugas dirawat di rumah sakit karena asap.

Tagar #PrayForTurkey sempat menjadi trending di Twitter dengan menampilkan banyak foto serta video kebakaran hutan.

Para menteri berspekulasi bahwa penyebabnya mungkin serangan pembakaran oleh gerakan separatis Kurdi PKK, tetapi belum ada bukti.

Beberapa laporan menyebutkan cuaca ekstrem meningkatkan bahaya kebakaran di Turki dan di tempat lain.

Terjadi serangkaian kebakaran hutan hebat di Mediterania Turki dan wilayah Aegean selatan hingga pemukiman penduduk di Kota Manavgat pada Kamis (29/7/2021).
Terjadi serangkaian kebakaran hutan hebat di Mediterania Turki dan wilayah Aegean selatan hingga pemukiman penduduk di Kota Manavgat pada Kamis (29/7/2021). (The Guardian (Tangkap Layar))

Menurut laporan Euro News, kebakaran juga melanda Italia pada Jumat lalu. 

Sedikitnya empat orang tewas dalam kebakaran hutan di Eropa selatan itu dan puluhan orang dievakuasi dari rumah mereka.

Dinas pemadam kebakaran dan kehutanan memadamkan beberapa kobaran api yang mengancam tiga desa di Pulau Sisilia Italia diantaranya, Piana degli Albanesi, Strasatto Altofonte dan San Giuseppe Jato.

Baca juga: Baru Sehari Kerja, TKW Asal Indramayu Meninggal di Turki, Sempat Dikabarkan Kena Santet

Baca juga: 2 Tentara Turki Tewas dan 2 Lainnya Terluka dalam Serangan di Suriah Utara

Begitu kuatnya kobaran api sehingga terjadi hujan abu di beberapa resor pada Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Kebakaran memaksa penutupan bandara internasional selama satu jam dan 150 orang dievakuasi oleh penjaga pantai.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Berita lainnya seputar kebakaran hutan di Turki

Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved