Breaking News:

Perwakilan UMNO akan Bujuk Presiden UMNO untuk Dukung PM Muhyiddin di Pertemuan Dewan Tertinggi

Anggota parlemen Padang Besar sedang melakukan upaya untuk meyakinkan satu anggota parlemen lagi untuk mendukung administrasi Perikatan Nasional

Yusof Mat Isa/Malay Mail
Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin berbicara kepada awak media selama kunjungannya ke pusat vaksinasi di Sunway Pyramid Convention Center di Petaling Jaya 27 Juni 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PUTRAJAYA - Perwakilan Partai UMNO, Datuk Zahidi Zainul Abidin mengatakan ada sekitar 40 anggota parlemen dari Partai Barisan Nasional (BN) yang telah menandatangani deklarasi undang-undang (SD) untuk mendukung Perdana Menteri (PM) Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin. 

Dikutip dari laman Malay Mail, Rabu (4/8/2021), anggota parlemen Padang Besar ini mengatakan bahwa ia sedang melakukan upaya untuk meyakinkan satu anggota parlemen lagi untuk mendukung administrasi Perikatan Nasional (PN).

"Akan sangat bagus jika Presiden UMNO bisa mendukung pemerintahan saat ini. Wakil Perdana Menteri kami juga dari UMNO, dan itu sebabnya kami harus dalam satu pakta," kata Zahidi, dalam konferensi pers pada Selasa kemarin.

Namun, ia mengakui bahwa satu-satunya yang menunjukkan sikap tegas menolak untuk mendukung PN adalah anggota parlemen Gua Musang, Tan Sri Tengku Razaleigh Hamzah, yang akrab disapa Ku Li.

"Kami masih dalam tahap negosiasi. Ku Li memutuskan untuk keluar, dan kami masih memiliki satu hal lagi yang harus dilakukan," jelas Zahidi.

Baca juga: PM Muhyiddin di Ujung Tanduk, Presiden UMNO Deklarasi Tarik Dukungan  

Zahidi, yang juga merupakan anggota Dewan Tertinggi UMNO, menambahkan bahwa dirinya akan mencoba meyakinkan Presiden partai yakni Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi untuk mendukung PN, dalam pertemuan Dewan Tertinggi Darurat partai itu.

Ia menekankan bahwa Barisan Nasional tidak perlu ragu untuk maju ke pemilihan umum berikutnya sebagai oposisi, karena partai-partai backbencher akan selalu diuntungkan.

"Kalau Barisan mau menghadapi Pilkada sebagai oposisi, ini adalah pengalaman baru. Tapi lebih baik menghadapi pemilu sebagai partai pendukung pemerintah daripada oposisi," papar Zahidi.

Menariknya, pernyataan yang disampaikannya pun berbeda dengan apa yang disampaikan Ahmad Zahid dan Ketua BN Backbenchers dan anggota parlemen Arau Datuk Seri Shahidan Kassim.

Karena keduanya membantah laporan Zahidi yang menyatakan bahwa ada 40 anggota parlemen BN yang telah menandatangani SD selama pertemuan larut malam dengan PM Muhyiddin di Wisma Perwira pada hari Minggu lalu.

Sebelumnya pada 29 Juli lalu, Ahmad Zahid mengatakan kepada anggota parlemen UMNO untuk menarik dukungan mereka terhadap Muhyiddin sebagai Perdana Menteri, lantaran tidak mengikuti perintah Yang di-Pertuan Agong Raja Malaysia.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved