Virus Corona

6 Anggota Yakuza Ditangkap terkait Kasus Penipuan Subsidi Pemerintah Jepang

Keenam tersangka diduga telah menipu total 4,75 juta yen termasuk dana darurat kecil untuk dipinjamkan kepada rumah tangga terdampak covid.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sekitar 30 polisi mendatangi dan menggerebek kantor Inagawakai di Kofu Prefektur Yamanashi, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebanyak enam pria berusia 32 hingga 61 tahun, termasuk Akira Oishi dari kelompok Inagawa-kai Sano, ditangkap polisi Kamis (5/8/2021) karena dicurigai melakukan penipuan.

Keenam tersangka, termasuk Oishi, diduga telah menipu total 4,75 juta yen tahun lalu, termasuk dana darurat kecil untuk dipinjamkan kepada rumah tangga yang pendapatannya menurun karena dampak virus corona, dan dana dukungan komprehensif terutama untuk para pengangguran.

"Langkah-langkah dukungan ekonomi negara untuk antisipasi virus corona telah disalahgunakan. Enam pria dari gangster yakuza telah ditangkap Kamis lalu (5/8/2021) karena menipu masyarakat sebesar 4,75 juta yen. Lalu dengan menggunakan dana yang diperoleh dari negara, dipinjamkan ke rumah tangga masyarakat yang berpendapatan rendah," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (7/8/2021).

Sistem subsidi tersebut tidak tersedia untuk gangster, tetapi polisi percaya bahwa enam orang secara sembunyi (menyembunyikan identitasnya) telah melamar ke negara pura-pura kesulitan dan mendapatkan bantuan subsidi negara tersebut.

Baca juga: Penembakan Antar Geng Yakuza Jepang Terjadi Lagi, Polisi Temukan 4 Peluru di TKP

Keenam orang tersebut telah menyatakan kepada polisi bahwa mereka bukan anggota gangster.

Namun pada tanggal 5 Agustus, polisi menggerebek kantor Inagawa-kai Sano-gumi, di Kofu Prefektur Yamanashi, seorang gangster yang jadi anggota Inagawakai di Kota Kofu ditangkap dan mendapatkan semua bukti-bukti tersebut.

"Kami sedang menggeledah rumah dan menyelidiki dugaan penipuan oleh para anggota Inagawakai tersebut," tambahnya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved