Breaking News:

Konflik di Afghanistan

2.200 Diplomat dan Warga Sipil Telah Dievakuasi dari Afghanistan

Lebih dari 2.200 diplomat dan warga sipil lainnya telah dievakuasi dari Afghanistan dengan penerbangan militer.

Wakil Kohsar / AFP
Orang-orang Afghanistan naik ke atas pesawat di bandara di Kabul pada 16 Agustus 2021. Ribuan orang mengerumuni bandara kota itu mencoba melarikan diri dari kelompok garis keras Islam yang ditakuti, Taliban. 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL  – Lebih dari 2.200 diplomat dan warga sipil lainnya telah dievakuasi dari Afghanistan dengan penerbangan militer.

Laporan ini disampaikan seorang pejabat keamanan Barat seperti yang ditulis Reuters pada Rabu (18/8/2021).

Saat ini upaya-upaya dilakukan semakin cepat untuk mengeluarkan orang-orang setelah Taliban merebut ibukota Kabul.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikabarkan menyetujui diselenggarakannya pertemuan negara G7 secara virtual untuk membahas Afghanistan.

Pejuang Taliban berjaga-jaga di sepanjang jalan dekat Zanbaq Square di Kabul. Afghanistan. Senin (16/8/2021), setelah berakhirnya perang 20 tahun Afghanistan dengan cepat, ketika ribuan orang mengerumuni bandara kota itu mencoba melarikan diri dari kelompok garis keras yang ditakuti. (Wakil Kohsar/AFP)
Pejuang Taliban berjaga-jaga di sepanjang jalan dekat Zanbaq Square di Kabul. Afghanistan. Senin (16/8/2021), setelah berakhirnya perang 20 tahun Afghanistan dengan cepat, ketika ribuan orang mengerumuni bandara kota itu mencoba melarikan diri dari kelompok garis keras yang ditakuti. (Wakil Kohsar/AFP) (AFP/WAKIL KOHSAR)

Baca juga: Pengakuan Atas Pemerintahan di Afghanistan

Presiden Joe Biden berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Selasa (17/8/2021) tentang situasi di Afghanistan.

Gedung Putih mengatakan keduanya setuju untuk mengadakan pertemuan para pemimpin G7 secara virtual minggu depan untuk membahas strategi dan pendekatan bersama.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved