Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Penasihat Gedung Putih: Alutsista AS yang Jatuh ke Tangan Taliban Cukup Banyak

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan telah mengkonfirmasi sejumlah alutsista telah disita Taliban.

AFP/WAKIL KOHSAR
Seorang pejuang Taliban menggunakan senapan mesin di atas kendaraan saat mereka berpatroli di sepanjang jalan di Kabul, afghanistan, Senin (16/8/2021), setelah berakhirnya perang 20 tahun Afghanistan dengan cepat, ketika ribuan orang mengerumuni bandara kota yang mencoba melarikan diri dari serangan kelompok garis keras di Afghanistan. (Foto oleh Wakil Kohsar / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan telah mengkonfirmasi sejumlah alutsista yang diberikan Amerika Serikat (AS) kepada pasukan keamanan Afghanistan telah disita Taliban.

Ia membenarkan kabar tersebut selama pengarahan yang dilakukan pada hari Selasa bahwa pasukan Taliban telah berhasil mendapatkan 'cukup banyak' peralatan militer AS yang ditinggalkan oleh pasukan keamanan Afghanistan.

Alat militer ini disita sejak kelompok militan itu berhasil menguasai negara itu.

"Kami tidak memiliki gambaran lengkap dan jelas, ke mana perginya setiap alat pertahanan yang kami berikan, tetapi tentu saja cukup banyak yang jatuh ke tangan Taliban."

"Jelas kami tidak berpikir bahwa mereka akan secara mudah menyerahkannya kepada kami di Bandara (Kabul)," kata Sullivan.

Baca juga: Indonesia Tidak Akan Tutup KBRI Kabul, Taliban Dinilai Sudah Moderat

Dikutip dari laman Sputnik News, Rabu (18/8/2021), saat ini memang AS telah mengirimkan pasukannya ke Bandara Kabul untuk memastikan kelancaran proses evakuasi personel serta staf mereka di sana.

Baca juga: Joe Biden Pesimistis Pasukan AS Bisa Menang Lawan Taliban, Percuma, 20 Tahun Tak Cukup

Pernyataan Sullivan tersebut muncul  saat ia menyampaikan kepada publik Amerika terkait kabar terbaru mengenai situasi yang berkembang di Afghanistan.

Beberapa saat sebelumnya, dia menolak untuk memberikan tanggapan mengacu pada status Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

"Pada titik ini 'Ghani tidak lagi menjadi faktor penting', setelah meninggalkan jabatannya dan melarikan diri dari negara itu di tengah kedatangan Taliban ke ibu kota," papar Sullivan.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved