Breaking News:

Virus Corona

WHO Kecam Negara-negara Kaya yang Izinkan Booster sementara Negara Lain Belum Dapat Dosis Pertama

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengecam keputusan negara-negara kaya untuk meluncurkan booster vaksin Covid-19

Penulis: Tiara Shelavie
Christopher Black / Organisasi Kesehatan Dunia / AFP
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengecam keputusan negara-negara kaya untuk meluncurkan booster vaksin Covid-19, sementara jutaan orang di dunia masih ada yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama.

Dilansir France24.com, berbicara sebelum regulator AS mengumumkan bahwa semua warga Amerika yang divaksinasi akan segera dibolehkan untuk mendapatkan dosis tambahan, para ahli WHO bersikeras tidak ada cukup bukti ilmiah bahwa booster diperlukan.

WHO mengatakan bahwa memberikan booster sementara ada banyak yang masih menunggu untuk divaksinasi adalah tindakan tidak bermoral.

"Ini seperti berencana membagikan jaket pelampung tambahan kepada orang-orang yang sudah memiliki jaket pelampung, sementara membiarkan orang lain tenggelam tanpa satu pun jaket pelampung," kata direktur darurat WHO, Mike Ryan kepada wartawan dari markas besar badan PBB di Jenewa, Rabu (18/8/2021).

WHO menyerukan awal bulan ini untuk menunda suntikan booster vaksin Covid-19 untuk membantu meringankan kesenjangan drastis dalam distribusi dosis antara negara kaya dan miskin.

Baca juga: Pfizer Kirim Data Awal Booster Vaksin ke FDA, Minta Izin Beri Dosis Ketiga untuk Orang Dewasa

Baca juga: Joe Biden Minta Semua Orang Dewasa AS yang Divaksinasi Penuh Dapatkan Booster

Gambar ini diambil pada 12 Juli 2021 menunjukkan botol vaksin virus corona COVID-19 Pfizer-BioNTech di atas meja di sebelah klinik rawat jalan Pusat Kardiovaskular di Pusat Medis Sheba dekat Tel Aviv, Israel.
Gambar ini diambil pada 12 Juli 2021 menunjukkan botol vaksin virus corona COVID-19 Pfizer-BioNTech di atas meja di sebelah klinik rawat jalan Pusat Kardiovaskular di Pusat Medis Sheba dekat Tel Aviv, Israel. (JACK GUEZ / AFP)

Tapi itu tidak menghentikan sejumlah negara untuk bergerak maju dengan rencana untuk menambah dosis ketiga, karena mereka berjuang untuk mencegah varian Delta.

Pihak berwenang AS memperingatkan pada hari Rabu bahwa kemanjuran vaksinasi Covid-19 menurun dari waktu ke waktu.

Mereka mengatakan telah mengizinkan suntikan booster untuk semua orang Amerika mulai 20 September, dimulai dari delapan bulan setelah dosis kedua.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved