Breaking News:

Konflik di Afghanistan

India Repatriasi 87 Warga Negaranya dari Afghanistan

Orang-orang India yang terdampar itu pertama kali dibawa ke ibu kota Tajikistan, Dushanbe dari Kabul dengan menggunakan pesawat angkut militer India.

AFP
Warga Afghanistan menunggu untuk menaiki pesawat militer AS untuk meninggalkan Afghanistan, di bandara militer di Kabul pada Kamis (19/8/2021)setelah Taliban mengambil alih Afghanistan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI – Sebanyak 87 orang India yang terdampar di Afghanistan dibawa kembali ke Delhi dalam penerbangan khusus Air India dari Kabul pada Minggu (22/8/2021) pagi seperti yang dilaporkan News 18.

Orang-orang India yang terdampar itu pertama kali dibawa ke ibu kota Tajikistan, Dushanbe dari Kabul dengan menggunakan pesawat angkut militer India.

"Angkatan Udara dan kelompok itu dibawa kembali ke Delhi pada Minggu dini hari," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arindam Bagchi lewat twitnya.

Arindam Bagchi mencuit bahwa dua warga negara Nepal juga datang ke India dengan penerbangan Air India.

Ia menyatakan akan ada penerbangan lanjutan yang menyusul.

Baca juga: Adik Presiden Ashraf Ghani Dukung Taliban, Minta Masyarakat Afghanistan Terima Pemerintah Taliban

"Membawa pulang orang India dari Afghanistan! AI 1956 yang membawa 87 orang India berangkat dari Tajikistan ke New Delhi. Dua warga negara Nepal juga dievakuasi. Dibantu dan didukung oleh Kedutaan Besar kami. @IndEmbDushanbe. Penerbangan evakuasi lainnya menyusul," demikian tweet Bagchi sekitar pukul 01.20 pagi.

Sekitar 300 warga negara India diperkirakan akan dipulangkan dari Afghanistan pada hari Minggu sebagai bagian dari misi evakuasi India.

"Hal ini mengingat situasi keamanan yang memburuk di ibu kota Afghanistan, Kabul," kata orang-orang yang mengetahui perkembangan tersebut.

Reuters dalam laporan terbarunya menyatakan penguasa Taliban di Afghanistan memberlakukan beberapa ketertiban di sekitar Bandara Kabul yang kacau pada hari Minggu.

Mereka memastikan orang-orang membentuk antrean yang tertib di luar gerbang utama dan tidak mengizinkan orang banyak berkumpul di sekeliling, kata seorang saksi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved