Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Hari Ini Jepang Kembali Terbangkan 2 Pesawat, Evakuasi Warganya dari Afghanistan

Ini adalah pemberangkatan kedua setelah Senin (23/8/2021) kemarin pesawat C-2 No.212 diberangkatkan untuk menjemput para staf kedutaan besar Jepang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pesawat C-2 No.212 (buatan Kawasaki Heavy Industries), Sein (23/8/2021) berangkat ke Afghanistan untuk menjemput warga Jepang khususnya staf kedutaan Jepang di Afghanistan dan staf lokal setempat untuk mengungsi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jepang kembali menerbangkan dua unit pesawat untuk menjemput warganya yang ada di Afghanistan, Selasa (24/8/2021).

Ini adalah pemberangkatan kedua setelah Senin (23/8/2021) kemarin pesawat C-2 No.212 diberangkatkan untuk menjemput para staf kedutaan besar Jepang beserta staf lokalnya di Afghanistan.

"Adalah tanggung jawab yang sangat penting untuk memastikan keselamatan penduduk lokal Jepang dan staf lokal kedutaan yang merupakan teman penting. Sangat penting bagi Pasukan Bela Diri (SDF) untuk mengevakuasi orang-orang ini, dan mengungsi sesegera mungkin. Saya ingin Anda memenuhi misi sehingga dapat melakukannya dengan baik," papar Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi kepada para anggota SDF yang berangkat Senin (23/8/2021) malam ke Afghanistan.

Perintah transportasi pengangkutan dikeluarkan berdasarkan Pasal 84 Undang-Undang Pasukan Bela Diri.

Baca juga: Jepang Mulai Evakuasi Warganya di Afghanistan, Kerahkan Pesawat Milik Pasukan Bela Diri

Dua pesawat angkut C130 ke lokasi pada tanggal 24 Agustus 2021.

"Situasi lokal berubah dengan cepat. Bekerja sama dengan negara-negara terkait seperti Amerika Serikat, kami akan tiba sesegera mungkin dan bekerja sama secepatnya untuk mewujudkan evakuasi yang aman bagi staf Jepang dan lokal," ujarnya.

Izin pendaratan telah diperoleh dari pihak NATO.

Bagian dalam tempat duduk pesawat pengungsian C-2 yang dipakai berangkat ke Afghanistan, Senin (23/8/2021).
Bagian dalam tempat duduk pesawat pengungsian C-2 yang dipakai berangkat ke Afghanistan, Senin (23/8/2021). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Tengah malam warga Jepang akan dievakuasi dari Afghanistan agar landasan Bandara Kabul sepi dan dapat diterbangi dengan aman," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (24/8/2021).

Penjemputan dan evakuasi warga Jepang dalam keadaan perang ini yang kelima kali dalam sejarah.

Pertama di tahun 2004 saat perang Irak. Lalu tahun tahun 2013 dari Aljeria. Kemudian 2016 dari Bangladesh.

Yang keempat tahun 2016 penjemputan dan evakuasi warga Jepang dari Sudan Selatan dengan pesawat C-130.

Kemudian diungsikan ke Djibouti saat itu.

Kali ini 24 Agustus 2021 dievakuasi dari Afghanistan.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved