Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Ibu Prajurit Marinir AS yang Tewas di Kabul Kecam Joe Biden: Omong Kosong yang Penuh Demensia

Ibu dari seorang prajurit Amerika Serikat (AS) yang tewas dalam serangan teroris di bandara Kabul, mengecam

AFP/WAKIL KOHSAR
Seorang pejuang Taliban berjaga di lokasi bom bunuh diri kembar yang menewaskan ratusan orang termasuk 13 tentara AS, di bandara Kabul, Jumat (27/8/2021). AFP/WAKIL KOHSAR 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, COLORADO - Ibu dari seorang prajurit Amerika Serikat (AS) yang tewas dalam serangan teroris di bandara Kabul, Afghanistan, pada hari Kamis lalu, telah diundang untuk memberikan 'ceritanya' dalam sebuah program radio.

Diketahui dalam insiden serangan bom di bandara Kabul, Afghanistan, 13 tentara Amerika Serikat tewas.

Dalam program radio yang dipandu Andrew Wilkow pada hari Jumat lalu, Kathy McCollum, ibu dari Kopral Marinir AS, Rylee McCollum, mengecam Presiden AS Joe Biden sebagai 'omong kosong yang penuh dengan demensia'.

"Ini adalah bencana yang tidak perlu, yang sebenarnya bisa ditangani secara benar. Mereka memiliki waktu berbulan-bulan untuk memindahkan semua orang dari Afghanistan dan mereka memilih untuk tidak melakukannya," kata Kathy.

"Jadi mereka mengirim 6.000 tentara dan putra saya, melalui hukum statistik, putra saya adalah salah satu yang baru saja diledakkan dalam bom teroris yang mengerikan kemarin," lanjutnya.

Ia kemudian menjelaskan alasan mengapa dirinya memilih untuk menyuarakan reaksinya di depan umum.

"Saya tidak bisa hanya duduk diam, karena saya pikir saya perlu melampiaskan kemarahan dibandingkan hanya mengeluarkan air mata terus menerus," ujar Kathy.

Baca juga: 4 Film yang Menceritakan Konflik di Afghanistan, Ada The Kite Runner

Dikutip dari laman Russia Today, Minggu (29/8/2021), Kathy menegaskan bahwa putranya yang berusia 20 tahun itu merupakan seorang pengantin baru dan sedang bersiap-siap untuk pulang bersama istrinya untuk menyaksikan kelahiran anak mereka pada September mendatang.

Namun, putranya tersebut malah bergegas pergi dengan pasukan yang diutus pemerintahan Biden ke Kabul untuk membantu proses evakuasi warga Amerika hingga warga lokal yang selama ini membantu AS dan sekutu dalam menyelesaikan misi di Afghanistan.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved