Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Taliban Larang Guru Pria Mengajari Murid Perempuan

Keputusan ini dikeluarkan setelah Saikh Abdulbaqi Haqqani ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan Tinggi di Afghanistan.

AFP
Sejumlah siswi belajar di kelas di Herat, Selasa (17/8/2021), setelah Taliban mengambilalih kekuasaan di Afghanistan. Taliban berjanji akan menghormati hak-hak perempuan, termasuk hak Pendidikan, pekerjaan, dan ketidakharusan menggunakan burqa. 

TRIBUNNEWS.COM, AFGHANISTAN - Taliban mengumumkan larangan pendidikan gabungan di Afghanistan.

Maksudnya pria dan perempuan dilarang  belajar di satu kelas.

Selain itu mereka mengeluarkan pedoman baru bahwa guru pria tak boleh mengajar murid perempuan.

Pejabat Taliban telah memberlakukan larangan bahwa murid perempuan tak boleh duduk di kelas yang sama dengan pria di Universitas pada pekan lalu.

Dikutip dari India.com, pejabat Taliban tersebut mengungkapkan tak ada alternatif pembenaran untuk melanjutkan pendidikan gabungan dalam satu kelas.

Mereka menegaskan praktik tersebut harus segera dihentikan.

Keputusan ini dikeluarkan setelah Saikh Abdulbaqi Haqqani ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan Tinggi di Afghanistan.

Baca juga: Eks Anggota JI: Kemenangan Taliban Dapat Menginspirasi Kelompok Teroris Indonesia

Kementerian Pendidikan yang baru menegaskan aktivitas pendidikan akan dilakukan berdasarkan Hukum Syariah.

Banyak orang mengkritik langkah ini, yang akan membuat perempuan kehilangan pendidikan tinggi.

Hal ini dikarenakan universitas besar di negara itu tidak mampu menyediakan kelas yang berbeda akibat kelangkaan sumber daya.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved