Virus Corona

Korea Utara Tolak Tawaran Vaksin Sinovac, Sebut Sebaiknya Diberikan ke Negara yang Lebih Membutuhkan

Korea Utara menolak hampir 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, menyebut vaksin itu sebaiknya dikirim ke negara lain yang terkena dampak parah

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
STR / AFP
Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara menolak hampir 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, UNICEF mengungkapkan Selasa (31/8/2021).

Korea Utara menyebut vaksin itu sebaiknya dikirim ke negara lain yang terkena dampak lebih parah akibat virus corona.

UNICEF saat ini bertugas mengoordinasikan pengiriman vaksin di bawah program COVAX yang dipantau PBB.

COVAX memastikan negara-negara miskin tidak tertinggal dalam memvaksinasi warganya.

"Kementerian Kesehatan Masyarakat (MOPH) DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) telah mengomunikasikan bahwa 2,97 juta dosis yang ditawarkan kepada DPR Korea oleh COVAX dapat dialihkan ke negara-negara yang terkena dampak parah mengingat pasokan global vaksin COVID-19 yang terbatas dan lonjakan berulang di beberapa negara," kata juru bicara UNICEF kepada VOA dalam sebuah email.

Baca juga: Vaksin Sinovac Tak Laku di Jepang dan Korsel, Calon TKI Disuntik Astrazeneca

Baca juga: Korea Utara Menolak Tawaran Vaksin Sinovac Buatan China, Khawatir Kurang Efektif

Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang.
Gambar ini diambil pada 8 April 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 9 April 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato penutup di Konferensi Keenam Sekretaris Sel dari Partai Pekerja Korea di Pyongyang. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Juru bicara itu menambahkan, MOPH akan terus berkomunikasi dengan fasilitas COVAX untuk menerima vaksin COVID-19 lain dalam beberapa bulan mendatang.

Awal tahun ini, program COVAX telah merencanakan mengirim hampir 2 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Korea Utara.

Namun, batch itu ditolak pada bulan Juli karena kekhawatiran adanya kasus pembekuan darah, lapor Reuters.

Negara yang tertutup itu juga skeptis terhadap kemanjuran vaksin buatan China, kata Institut Strategi Keamanan Nasional (INSS) kepada Yonhap News.

Lembaga Korea Selatan mengatakan, Korea Utara lebih memilih vaksin Sputnik V Rusia, tetapi ingin vaksin itu diberikan secara gratis.

Korea Utara sejauh ini melaporkan nol kasus COVID-19, tetapi para ahli menyatakan keraguan mereka.

Pada bulan Juni, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengecam pejabat Korea Utara karena "tidak bertanggung jawab dan ketidakmampuan kronis" mereka dalam menangani pandemi, yang diindikasikan bahwa virus itu mungkin telah mencapai Korea Utara.

Fakta-fakta Vaksin Covid-19 dari Sinovac: Efikasi hingga Negara-negara Mana Saja yang Menggunakannya

Produser vaksin Covid-19 dari China, Sinovac dan Sinopharm telah menandatangani skema pembagian vaksin global Covax, yang bertujuan untuk mendistribusikan vaksin ke negara-negara berkembang.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved